JombangBanget.id – Pembangunan gedung di Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang, Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, rampung.
Namun sekolah masih mengandalkan 22 guru penugasan Pemkab Jombang untuk menjaga kegiatan belajar mengajar berjalan sambil menunggu hasil rekrutmen Kemensos.
Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang Andik Minarto mengatakan, secara umum pembangunan gedung telah selesai.
Baca Juga: Student Journalism: Prestasi O2SN Jatim
Saat ini hanya tersisa sejumlah pekerjaan minor yang masih dalam proses penyelesaian.
”Secara keseluruhan sudah selesai, tinggal pekerjaan minor aja,” ujarnya, Jumat (4/9).
Dia menjelaskan, pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh bagian bangunan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan.
Jika ditemukan bagian yang masih kurang sesuai, penyedia proyek akan langsung melakukan perbaikan.
Baca Juga: Magnet Kuat dan Heterogenitas Warga NU
”Jadi untuk pembangunan gedung sudah selesai, sekarang tinggal pengecekan saja. Jika ada yang kurang sesuai langsung ditangani. Tapi secara umum sudah selesai semua,” jelasnya.
Ia memerinci total ada 24 bangunan yang telah dikerjakan.
Dengan rincian, tiga gedung sekolah, tiga ruang makan, delapan asrama, satu gedung serbaguna, satu masjid, satu ruang ibadah, dua rumah susun, dua guest house dan pos satpam, TPS hingga rumah ponpa.
”Itu secara keseluruhan sudah rampung,’’ papar dia.
Meski pembangunan gedung telah rampung, kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di SR Terintegrasi 1 Jombang diakui masih belum sepenuhnya terpenuhi.
Pihak sekolah masih menunggu proses rekrutmen guru dan tenaga kependidikan (tendik) yang dilakukan Kementerian Sosial (Kemensos).
Baca Juga: Sudah Audiensi, PKL Liar di Jl KH Ahmad Dahlan Jombang Tetap Marak
Sejak tahun ajaran baru dimulai, kegiatan belajar mengajar masih mengandalkan guru dan tendik yang mendapat penugasan dari Pemkab Jombang.
”Untuk kebutuhan SDM kita masih menunggu rekrutmen dari Kemensos selesai,” kata Andik.
Dia menyebut, Pemkab Jombang saat ini menugaskan sebanyak 22 guru untuk membantu memenuhi kebutuhan tenaga pengajar di SR Terintegrasi 1 Jombang.
”Jadi sejak tahun ajaran baru kemarin, kita masih mengandalkan SDM guru dan tendik penugasan dari Pemda. Kita kan kekurangan SD, SMP dan SMA dari guru bantu Pemkab sambil menunggu hasil rekrutmen dari Kemensos,” terangnya.
Baca Juga: 1.210 Dusun di Jombang Kini Resmi Punya Pijakan Administratif
Meski masih terdapat kekurangan tenaga pengajar, Andik memastikan kegiatan belajar mengajar (KBM) di SR Terintegrasi 1 Jombang tetap berjalan lancar.
”Guru dan tendik yang telah ditugaskan Pemkab membantu memastikan seluruh kegiatan pendidikan tetap berlangsung,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz