Seragam Gratis Siswa Jombang Belum Dibagikan, Ini Progres Terbarunya

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 08:33 WIB
MULAI DIKERJAKAN: Salah satu penjahit sedang mengerjakan proses penjahitan kain seragam gratis di Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang, Rabu (12/8). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
MULAI DIKERJAKAN: Salah satu penjahit sedang mengerjakan proses penjahitan kain seragam gratis di Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang, Rabu (12/8). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Seragam gratis untuk siswa SD di Kabupaten Jombang belum dibagikan.

Itu karena proses pengerjaannya baru mencapai sekitar 65–70 persen.

Sementara seragam yang selesai masih diperiksa dan diperbaiki jika ditemukan kekurangan.

Baca Juga: Student Journalism: Kunci Menghafal Quran

’’Seragam sampai hari ini (3/9) sekitar 65 sampai 70 persen. Nanti menunggu semuanya selesai baru dibagi,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, (3/9).

Pihaknya juga berencana menggelar seremoni penyerahan seragam kepada siswa. Namun, konsep dan waktu pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan.

’’Rencananya ada seremonial pemberian seragam, tapi teknisnya bagaimana nanti masih belum tahu. Baru rencana,’’ jelasnya.

Rhendra terus memantau dan melakukan evaluasi pengerjaan seragam.

Baca Juga: Jemaah Umrah Jombang Tertahan di Surabaya, Menhaj Ingatkan Pilih Travel

Beberapa temuan lebih banyak berkaitan dengan detail pengerjaan, seperti pemasangan kancing atau badge yang kurang pas dan harus diperbaiki.

’’Kita selalu berpesan agar secepatnya diselesaikan,’’ tegasnya.

Sementara dari sisi kualitas, Rhendra menilai hasil pengerjaan antarpenjahit sejauh ini relatif tidak jauh berbeda.

’’Soal kualitas hampir sama antara penjahit satu dengan yang lain,’’ ungkapnya.

Salah satu koordinator penjahit, Novy, mengatakan, progres pengerjaan di tempatnya bahkan telah mencapai lebih dari 75 persen.

Namun, seragam yang telah selesai belum seluruhnya dikirim karena masih menunggu perintah dari dinas.

Baca Juga: LP2B Jombang Masuk Tahap Baru, Pemkab Dipanggil ke Pusat

Sebelum dikirim, seragam terlebih dahulu melalui proses pengecekan.

Setiap pakaian diperiksa satu per satu untuk memastikan tidak ada bagian yang terlewat atau mengalami kekurangan.

Novy mencontohkan, dalam proses pengecekan masih ditemukan beberapa seragam yang belum terpasang kancing dengan sempurna.

Ada pula bagian tertentu yang mengalami sedikit kerusakan dan harus diperbaiki.

Baca Juga: Banyak Fasilitas di Sekolah Rakyat, Pemkab Jombang Usul Tambah Rambu Peringatan

’’Kalau sudah dicek, kemudian proses packing. Kita siapkan per sekolah,’’ jelasnya.

Setelah dinyatakan sesuai, seragam kemudian dikemas secara terpisah berdasarkan setelan.

Pengelompokan juga dilakukan berdasarkan kelas, termasuk memisahkan seragam siswa laki-laki dan perempuan serta menyesuaikan ukuran yang sebelumnya telah diambil.

’’Ukurannya sesuai yang kemarin kita ukur,’’ terang Novy.

Ia memastikan proses pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh sebelum seragam dikemas. Hal itu untuk meminimalkan adanya seragam yang sampai ke sekolah dalam kondisi belum sempurna.

Meski sebagian seragam telah selesai, Novy menyebut pengiriman masih menunggu instruksi dari dinas. Sejumlah seragam di tempatnya sudah dalam kondisi siap dikirim.

Baca Juga: Gus Sentot Ajak Anak KB-TK Muslimat 7 Jombang Cintai Nabi

’’Sebagian sudah dikirim ke tempat saya. Tapi tetap menunggu perintah, untuk dikumpulkannya dimana,’’ katanya.

Pengecekan juga dilakukan melalui komunikasi dengan pihak dinas.

Selain melaporkan persentase pengerjaan, koordinator penjahit diminta memberikan dokumentasi berupa foto maupun video kondisi pengerjaan di lapangan.

’’Biasanya laporan berapa persen yang sudah. Dan prosesnya di lapangan seperti apa,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Gus Sentot Ajak Anak KB-TK Muslimat 7 Jombang Cintai Nabi

Apabila terdapat sisa bahan kain dari proses pemotongan, sisa tersebut nantinya akan dikembalikan sesuai ketentuan.

Novy mendapat pengerjaan seragam untuk siswa MTs di wilayah Kecamatan Jombang. Jumlah seragam yang dikerjakan cukup besar.

Untuk wilayah tersebut terdapat 1.003 siswa laki-laki dan 1.063 siswi, sehingga total mencapai 2.066 siswa.

’’Biru putih dan pramuka 2.066, total 4.132 stel,’’ kata Novy.

Untuk menyelesaikan semuanya, Novy juga melibatkan penjahit yang ada di sekitarnya. Ada 20 penjahit yang terlibat dalam pengerjaan. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
siswa progres gratis Jombang seragam