JombangBanget.id – Target penggunaan gedung SMA dalam proyek Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono belum tercapai.
Hingga Jumat (28/8), bangunan itu masih menyisakan pekerjaan finishing dan penataan sarana prasarana sehingga belum bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi membenarkan bahwa pengerjaan fisik di area SMA memang belum klir.
Baca Juga: Kopi, Teh hingga Mi Gratis, Stan MJM Jombang Ramaikan Muktamar NU
Hal itu terungkap saat monitoring dan evaluasi (monev) bersama Tim Teknis Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sekolah Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
”Karena hasil monev Senin (24/8) sore masih ada pekerjaan di gedung SMA, kamar mandi finishing. Dijanjikan Rabu (27/8) klir sehingga paling tidak Kamis (28/8) sudah ditempati KBM,” ujar Agung, Rabu (26/8).
Untuk fasilitas SMP, Agung menyebut penataan sarana telah dilakukan sejak Selasa (25/8).
”Senin sore kemarin kami mendampingi Tim Teknis PPK Sekolah Rakyat Kementerian PU ke lokasi, monitoring gedung SMP. Sudah selesai dan klir. Mulai Selasa (25/8) sudah ditata dan sebagainya. Hari ini (kemarin) sudah mulai menempati gedung SMP,” jelasnya.
Baca Juga: Student Journalism: Finalis Kejurkab Sofbol
Selain gedung kelas SMP, tiga ruang makan terpisah untuk masing-masing jenjang juga telah difungsikan sejak Selasa (25/8).
Sehingga alur makan siswa SD, SMP, dan SMA kini tak lagi bercampur.
Tak hanya berpusat pada gedung SMA, Agung menyebut deretan pekerjaan fisik lainnya masih terus dikebut, mulai dari dua rusun guru, pemavingan keliling, hingga pembongkaran direksi keet proyek yang baru rampung separo.
Area bekas direksi keet nantinya dipaving untuk parkir guru.
”Pekerjaan yang kurang tinggal rusun guru dua dan pemavingan keliling, pembongkaran direksi keet proyek selesai separo dan di sana akan dipaving untuk tempat parkir guru. Tinggal itu pekerjaannya,” beber Agung.
Untuk dua unit rusun guru, pengerjaan yang tersisa juga berkutat pada tahap finishing.
Baca Juga: Kiai Maman Ungkap Tiga Masalah Kinerja PBNU Selama 5 Tahun
”Kurangnya hampir sama, kamar mandi, pengecatan. Tinggal finishing saja,” terangnya.
Sementara itu, material paving untuk jalur disabilitas dilaporkan baru tiba pada Senin (24/8) dan langsung dipasang.
Tak berhenti di situ, proses commissioning serta alih fungsi fasilitas kelistrikan, internet, dan air bersama PPK, penyedia, serta Sekolah Rakyat juga masih dijadwalkan. Termasuk pengujian proteksi kebakaran bersama BPBD.
Meski pengerjaan belum sepenuhnya tuntas di sana-sini, Agung optimistis target tenggat akhir bulan dapat dikejar.
Baca Juga: Bank Jombang Raih Titanium Award, 15 Tahun Pertahankan Kinerja
”Insya Allah minggu ini sudah selesai. Saya kira 31 Agustus sudah selesai semuanya,” tegasnya.
Catatan pengerjaan proyek ini memang terbilang cukup panjang.
KBM di SR Terintegrasi 1 Jombang sejatinya sudah bergulir sejak MPLS pada Kamis (30/7) dengan melokalisir area belajar di gedung SD demi keselamatan siswa.
Kontraktor sempat diberi perpanjangan waktu hingga 8 Agustus, namun gagal menuntaskannya hingga pemerintah kembali memberi perpanjangan sampai 31 Agustus.
Baca Juga: Jelang Penentuan AHWA, Muktamirin Resah soal Pengondisian Nama
BPK bahkan sempat turun melakukan audit kinerja pada Kamis (20/8).
Proyek berskala besar yang dikerjakan PT Waskita Karya ini menelan anggaran mencapai Rp 1,165 triliun untuk lima daerah sekaligus: Gresik, Surabaya, Jombang, Sampang, dan Tuban.
”Kemarin kami ke sana mendampingi saja, karena ada audit kinerja dari BPK,” pungkas Agung. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz