Wisuda ke-25 Unipdu Jombang, Perkuat Jejaring Internasional

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 06:55 WIB
KHIDMAT: Prosesi wisuda wisudawan Unipdu di Gelora Abi As’ad Unipdu Jombang, Minggu (23/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
KHIDMAT: Prosesi wisuda wisudawan Unipdu di Gelora Abi As’ad Unipdu Jombang, Minggu (23/8). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Universitas Pesantren Tinggi Darul Ulum (Unipdu) Jombang mewisuda 400 mahasiswa dalam Rapat Senat Terbuka Wisuda Diploma, Sarjana, dan Pascasarjana ke-25 di Gelora Abi As’ad Unipdu, Minggu (23/8).

Momentum itu sekaligus menegaskan komitmen Unipdu Jombang memperluas pengalaman internasional mahasiswa melalui KKN lintas negara dan kerja sama dengan berbagai lembaga luar negeri.

Dalam wisuda itu, Unipdu Jombang kehadiran dua tamu spesial dari TETO Surabaya, yakni Director General Mr David Lin dan Sekretaris Mr Bertram Liu, bukti nyata makin luasnya jejaring kemitraan internasional yang dibangun Unipdu.

Baca Juga: Ada Batara Aswin di Mobil Hias RSUD Jombang, Apa Maknanya?

Rektor Unipdu Dr. dr. H.M. Zulfikar As’ad, MMR, atau akrab disapa Gus Ufik, menyampaikan selamat kepada seluruh wisudawan.

Ia menegaskan kelulusan bukan garis akhir, melainkan awal bagi para alumni untuk mengembangkan kemampuan dan berkontribusi di tengah masyarakat.

Sebagai bagian dari komitmen mutu, Unipdu terus berbenah meningkatkan kualitas pendidikan dan fasilitas kampus.

”Unipdu terus mengembangkan diri dan melengkapi fasilitas sesuai kebutuhan serta tantangan zaman,” ujarnya.

Baca Juga: Muktamar NU di Jombang Makin Dekat, Gus Kikin Bawa Qanun Asasi, PWNU Sumbar Beri Respons Positif

Gus Ufik menjelaskan, pengembangan kampus juga diarahkan untuk membuka lebih banyak pengalaman mahasiswa di kancah internasional.

Salah satu wujudnya adalah program Kuliah Kerja Nyata (KKN) lintas negara serta kerja sama dengan berbagai lembaga dan perguruan tinggi luar negeri.

Beberapa waktu lalu, mahasiswa Unipdu mengikuti program KKN atau kuliah pengabdian masyarakat di Malaysia.

Jejaring kerja sama internasional pun terus diperluas ke sejumlah negara, di antaranya Taiwan, Prancis, Thailand, dan Vietnam.

Kemitraan dengan IFI Surabaya - Institut français Indonésie juga terus berjalan aktif, bahkan telah membuka jalan bagi sejumlah mahasiswa Unipdu untuk mengembangkan pendidikan ke luar negeri.

”Program ini kami siapkan agar mahasiswa memiliki pengalaman dan kemampuan untuk bersaing, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Zulfikar.

Ia berpesan agar para wisudawan tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan kompetensi setelah lulus, sekaligus menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di Unipdu.

Baca Juga: Binrohtal: Akhlak Nabi di Keluarga, Kunci Membangun Rumah Tangga Sakinah

”Kami mohon doa dan dukungan para orang tua, alim ulama, serta seluruh hadirin agar para alumni dapat membawa nama baik Unipdu,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pesantren Tinggi Darul Ulum (Yapetidu) Drs. KH. M. Zaimuddin W. As’ad, MS, mengingatkan bahwa ilmu bukan satu-satunya bekal dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, alumni juga harus memiliki akhlak, menjaga amanah, dan terus berbuat kebaikan.

Ia pun membagikan enam pesan yang diambil dari kisah Imam Al-Ghazali sebagai penutup rangkaian wisuda.

Baca Juga: Jembatan Bailey Kudubanjar Jombang Segera Dibangun, Warga Gelar Doa

Pertama, kematian adalah hal paling dekat dengan manusia sehingga kebaikan tidak boleh ditunda.

Kedua, masa lalu adalah hal paling jauh, waktu yang telah berlalu tak dapat kembali dan harus dijadikan pelajaran.

Ketiga, nafsu adalah hal paling besar, sehingga alumni diminta mampu mengendalikan diri agar tidak terjebak keinginan yang merugikan.

Keempat, amanah atau kepercayaan adalah hal paling berat.

”Amanah adalah hal yang paling berat. Kalau mendapat amanah, jangan dilanggar,” tegas sosok yang akrab disapa Gus Zuem itu.

Baca Juga: Begini Serunya 2.500 Anak PAUD Jombang Ikuti Senam Ceria

Kelima, salat adalah hal paling ringan, namun justru karena dianggap ringan itulah manusia kerap mudah meninggalkannya.

Keenam, perkataan atau lisan adalah hal paling tajam, pesan yang menurutnya kini juga relevan dengan aktivitas di media sosial di era digital.

”Kalau pesan ini dipraktikkan, insyaallah akan mendapat pertolongan Allah SWT,” pungkasnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
internasional unipdu Jejaring Jombang Wisuda