Seragam Gratis 46 Ribu Siswa Jombang Masih Dijahit, Kapan Dibagikan?

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 07:37 WIB
TELITI: Penjahit di Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang sedang melakukan pemotongan kain seragam siswa. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
TELITI: Penjahit di Desa Plosogeneng Kecamatan Jombang sedang melakukan pemotongan kain seragam siswa. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Seragam gratis untuk 46 ribu siswa di Kabupaten Jombang belum dibagikan hingga Rabu (19/8).

Karena saat ini masih dalam proses penjahitan yang dipantau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang setiap pekan.

’’Belum ada yang terdistribusi, masih proses,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, Rabu (19/8).

Baca Juga: Muktamar NU di Jombang Dapat Dukungan dari Muhammadiyah

Saat ini proses pengerjaan seragam masih berjalan. Pihaknya memastikan distribusi ke sekolah baru dilakukan setelah penjahitan selesai.

Untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai target, Dinas Pendidikan melakukan pemantauan secara berkala ke para penjahit yang mendapatkan tugas mengerjakan seragam.

Pemantauan dilakukan oleh tim dari Dinas Pendidikan.

’’Teman-teman, seminggu sekali, melakukan peninjauan lapangan,’’ ungkapnya.

Baca Juga: NU di Pusaran Politik, Ekonomi, dan Perdagangan Suara

Pemantauan tersebut menjadi bagian dari upaya dinas untuk memastikan proses pengerjaan seragam terus berjalan.

Selain proses pengerjaan, mekanisme pembayaran kepada penjahit juga telah ditetapkan.

Rhendra memastikan tidak ada pembayaran uang muka atau pencairan sebagian di awal pengerjaan.

Pembayaran kepada penjahit baru dilakukan setelah seluruh pekerjaan selesai.

Penjahit akan menerima pembayaran secara penuh sebesar 100 persen di akhir.

Setelah seragam yang menjadi tanggung jawabnya rampung dikerjakan.

Baca Juga: Binrohtal: KH Nur Roihan Ungkap Tiga Bentuk Zikir, Apa Saja?

’’Nanti kalau sudah selesai semua, langsung dibayar 100 persen,’’ tegasnya.

Dengan mekanisme tersebut, proses pengerjaan seragam kini menjadi fokus utama sebelum dilakukan distribusi ke sekolah.

Dinas Pendidikan juga tetap melakukan pemantauan mingguan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai ketentuan dan target yang telah ditetapkan.

Tahun ini, siswa akan memperoleh dua setel seragam gratis. Seragam nasional merah putih dan pramuka untuk SD/MI. Serta putih biru dan pramuka untuk SMP/MTs.

Biaya penjahitan untuk SD/MI, Rp 95 ribu per setel. Sedangkan jenjang SMP/MTs Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.

Total anggaran penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI. 

Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain Rp 3,51 miliar untuk SD/MI. Serta SMP/MTs Rp 5,34 miliar.

Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs. (wen)

Editor : Ainul Hafidz
dibagikan siswa Dijahit Jombang seragam