JombangBanget.id – Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang mulai beradaptasi tinggal di asrama.
Usai sekitar dua pekan menjalani kehidupan bersama, meski sebagian siswa masih menghadapi rasa kangen keluarga dan belum mandiri.
Kepala SR Terintegrasi 1 Jombang Andik Minarto mengatakan, pembangunan gedung saat ini memasuki tahap finishing.
Baca Juga: Buka Rakerda PKDI Jombang, Bupati Warsubi Dorong Penguatan Kemandirian Desa
Alat berat sudah tidak lagi berada di lokasi dan jumlah pekerja mulai berkurang.
Sejumlah bangunan juga sudah dapat difungsikan. Namun, masih ada pekerjaan yang belum tuntas, di antaranya rusun guru dan masjid.
Sementara aula sudah bisa digunakan untuk kegiatan sekolah.
”Jadi masih terpusat di gedung SD, baik untuk jenjang SD, SMP, dan SMA,” katanya, (14/8).
Baca Juga: Murid Menjemput Sejarah, Begini Cara Sekolah di Jombang Tanamkan Nasionalisme
Menurut Andik, penggunaan gedung sesuai fungsi masing-masing jenjang dilakukan setelah seluruh bangunan siap.
Berdasarkan informasi yang diterima sekolah, proyek ditargetkan rampung akhir Agustus.
”Informasinya akhir Agustus ini sudah selesai. Jadi ketika sudah siap akan ditempati. Kita fungsikan gedung sesuai dengan fungsi masing-masing,” ungkapnya.
Di tengah kondisi tersebut, aktivitas pendidikan tetap berjalan.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berakhir pada 10 Agustus.
Siswa baru kini mengikuti program matrikulasi untuk memetakan kemampuan awal, terutama membaca dan menulis.
Baca Juga: Student Journalism: Berani Berbicara
Siswa yang masih membutuhkan pendampingan mendapat tambahan pembelajaran.
Sementara itu, siswa lama sudah mengikuti KBM seperti biasa.
Kegiatan ekstrakurikuler dan keasramaan juga berjalan sesuai program sekolah.
”Kegiatan sudah normal, ekskul juga sudah berjalan berikut dengan kegiatan keasramaan juga berjalan sesuai yang disusun,” kata Andik.
Baca Juga: Binrohtal: Maulid Nabi, Saatnya Menghidupkan Akhlak Rasulullah
Selain KBM, siswa juga mulai beradaptasi dengan kehidupan di asrama.
Setelah sekitar dua pekan menjalani rutinitas sekolah dan asrama, siswa yang sebelumnya masih menangis, sulit makan, hingga ingin pulang kini mulai terbiasa.
Rasa rindu rumah terutama dialami siswa jenjang SD yang belum terbiasa jauh dari keluarga.
Pendampingan wali asuh dan wali asrama, serta bimbingan kakak tingkat, membantu siswa menyesuaikan diri.
”Tantangannya istilahnya anak-anak masih kangen, pengen pulang dan belum mandiri,” ujarnya.
Untuk asrama, pemisahan berdasarkan jenjang dan jenis kelamin sudah mulai dilakukan.
Baca Juga: Dari Bambu dan Pandan, Mahasiswa Ubaya Inovasi Produk UMKM Jombang
Asrama putra dan putri untuk siswa SMP dan SMA telah ditempati secara terpisah sejak lebih dari sepekan lalu.
Sementara siswa SD masih bergabung dengan SMP dan SMA karena dinilai masih membutuhkan bimbingan kakak tingkat.
”Sudah dipisah sejak seminggu lalu. Tinggal SD yang masih bergabung dengan SMP dan SMA. Karena masih butuh bimbingan kakak-kakaknya,” jelasnya.
Sementara itu, kebutuhan makanan dan minuman (mamin) siswa masih dipenuhi melalui jasa katering.
Baca Juga: AHWA atau Voting di Muktamar NU Tambakberas Jombang, Begini Sikap Gus Yahya di Muktamar
Sekolah belum memasak sendiri karena masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait mekanisme pengelolaan mamin.
Padahal, peralatan dapur sudah tersedia. Sebanyak 10 juru masak juga telah disiapkan melalui bantuan Taruna Siaga Bencana (Tagana).
Hanya, ruangan dapur masih membutuhkan sejumlah perlengkapan pendukung seperti meja.
”Jadi masih menggunakan jasa katering. Karena kita masih menunggu juknis tentang bagaimana ketika masak sendiri dan sebagainya,” tandas Andik. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz