46 Ribu Seragam Gratis Mulai Dijahit, DPRD Jombang Ingatkan soal Kualitas

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Minggu, 16 Agustus 2026 | 07:49 WIB
FOKUS: Penjahit di Desa Plandi, Kecamatan Jombang mengerjakan seragam gratis siswa, (13/8). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
FOKUS: Penjahit di Desa Plandi, Kecamatan Jombang mengerjakan seragam gratis siswa, (13/8). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Sebanyak 46 ribu seragam gratis untuk siswa baru SD/MI dan SMP/MTs di Jombang mulai memasuki tahap penjahitan

DPRD Jombang meminta Disdikbud mengawasi proses tersebut secara ketat karena kualitas jahitan menjadi perhatian setelah seluruh kain didistribusikan kepada penjahit.

’’Dinas harus rutin memantau kualitas jahitan. Jangan sampai kualitasnya buruk, sehingga menguatkan sentimen masyarakat bahwa yang gratis itu pasti kualitasnya rendah,’’ kata Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot).

Baca Juga: Binrohtal: Empat Mutiara dalam Diri Manusia, Ini yang Bisa Merusaknya

Ini karena ongkos yang diberikan kepada penjahit nilainya normal seperti penjahit umumnya. Sehingga tidak ada alasan bagi penjahit untuk menurunkan kualitas jahitan.

’’Nilai ongkos jahit yang diberikan Pemkab Jombang tidak lebih rendah dari ongkos umumnya jahitan. Sehingga tinggal dipantau saja, karena siapapun kalau kerja tidak dipantau pasti hasilnya kurang bagus,’’ paparnya.

Tahun ini, siswa baru akan memperoleh dua setel seragam gratis. Seragam nasional merah putih dan pramuka untuk SD/MI.

Serta putih biru dan pramuka untuk SMP/MTs.

Baca Juga: Dari Guru SPK, Dr Anis Satus Syaifah Kini Jadi Penggerak Akademik STIKES Pemkab Jombang

Biaya penjahitan untuk SD/MI, Rp 95 ribu per setel. Sedangkan jenjang SMP/MTs Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.

Total anggaran penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI. 

Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain Rp 3,51 miliar untuk SD/MI. Serta SMP/MTs Rp 5,34 miliar.

Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SD Disdikbud Jombang, Rhendra Kusuma, memastikan, pihaknya tidak melepas begitu saja proses penjahitan setelah kain didistribusikan.

Dinas tetap melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai ketentuan.

Baca Juga: Truk Muatan Ikan Tabrak Belakang Tronton Pakan Ternak di Tol Jombang-Mojokerto, Sopir Tewas

’’Kami juga melakukan kontrol ke penjahit secara berkala, mungkin seminggu sekali,’’ kata Rhendra.

Kontrol tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan pengerjaan sekaligus memastikan kualitas seragam yang diproduksi.

Dengan pengawasan berkala, apabila ditemukan kendala maupun hasil jahitan yang belum sesuai, dinas dapat segera melakukan evaluasi dan memberikan arahan kepada penjahit. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
kualitas seragam gratis Jombang Penjahit DPRD