JombangBanget.id – Perubahan muatan lokal keagamaan tidak menghentikan program tahfiz juz 30.
Siswa SD di Jombang yang kini diarahkan melalui ekstrakurikuler keagamaan dan tetap berlanjut hingga munaqosyah Oktober.
Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, mengatakan, program tersebut tetap menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan keagamaan, khususnya dalam menghafal Alquran.
Salah satu agenda yang tetap dilaksanakan adalah munaqosyah juz 30 bagi siswa yang telah mengikuti program tahfiz.
’’Munaqosah tahfiz juz 30 tahun ini dilaksanakan Oktober,’’ kata Rhendra, Jumat (14/8).
Pendaftaran peserta munaqosah saat ini belum dibuka. Munaqosah tahun ini ditujukan untuk siswa kelas 6.
Peserta munaqosah tidak terbatas pada siswa SD. Siswa madrasah ibtidaiyah (MI) juga dapat mengikuti kegiatan tersebut.
Baca Juga: Tak Hanya Penginapan, Masjid Agung Jombang Siapkan Sarapan untuk Muktamirin
Program tahfiz juz 30 tetap dapat dilaksanakan di tengah perubahan kebijakan pembelajaran keagamaan di sekolah.
Jika sebelumnya materi keagamaan tersebut dapat ditempatkan dalam muatan lokal, kini pelaksanaannya diarahkan melalui ekstrakurikuler keagamaan.
Selain menjadi bentuk apresiasi atas kemampuan siswa dalam menghafal Alquran, hasil munaqosah juga memiliki manfaat bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah pertama negeri (SMPN).
Sertifikat hasil munaqosah dapat digunakan sebagai salah satu dokumen untuk mendaftar ke SMPN melalui jalur prestasi.
Karena itu, pelaksanaan munaqosah diharapkan dapat menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan hafalan sekaligus memberikan pengakuan atas capaian mereka di bidang keagamaan. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz