Diminta Bisa Ditempati Pekan Depan, Proyek Sekolah Rakyat Jombang Belum Tuntas

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Jumat, 14 Agustus 2026 | 08:21 WIB
BELUM TUNTAS: Proyek Sekolah Rakyat Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang yang belum tuntas. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
BELUM TUNTAS: Proyek Sekolah Rakyat Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang yang belum tuntas. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Gedung SMP dan SMA Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang diminta Kementerian PU mulai ditempati Senin (17/8) pekan depan.

Meski demikian, pembangunan di Desa Tunggorono, Jombang itu masih belum tuntas dan diperpanjang hingga 31 Agustus.

Kegiatan belajar mengajar sementara memanfaatkan kelas seadanya.

Di tengah proyek yang masih berjalan, kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa masih berlangsung di gedung SD.

Baca Juga: Kolom Jumat Masjid Baitul Mukminin Jombang: Kelangkaan Orang Jujur

Sementara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) meminta gedung SMP dan SMA sudah bisa ditempati mulai Senin pekan depan.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi mengatakan, perpanjangan tersebut disampaikan saat tim Pemkab Jombang bersama perwakilan Kementerian PU melakukan monitoring dan evaluasi (monev) di lokasi, Rabu (12/8) sore.

’’Iya, jadi kami bersama timnya sore ke lokasi. Ternyata dari balai prasarana strategis menyampaikan memang ada perpanjang waktu. Karena ada beberapa penambahan pekerjaan,’’ katanya.

Baca Juga: Ngopi Bareng OPD Pemkab Jombang, Bank Jatim Kenalkan Program UMKM

Meski batas akhir diperpanjang hingga 31 Agustus, pelaksana diminta menuntaskan pekerjaan utama lebih cepat, yakni 27 Agustus.

Target tersebut untuk mengantisipasi rencana kunjungan Presiden ke Jombang dalam agenda pembukaan Muktamar NU yang diperkirakan menuju lokasi SR.

Salah satu pekerjaan tambahan ialah pemavingan di sekeliling gedung. Pekerjaan tersebut sudah dimulai dan ditargetkan selesai akhir bulan.

’’Pekerjaan paving keliling gedung. Itu targetnya akhir bulan klir semua,’’ imbuhnya.

Sejumlah fasilitas juga masih dalam tahap penyelesaian.

Masjid diperkirakan rampung pekan ini, sedangkan gedung kelas SMA masih dikerjakan. Dua rusun guru juga belum seluruhnya selesai.

Baca Juga: Bank Jatim Sediakan 20 Stan Bazar, UMKM Jombang Dapat Ruang Promosi

Rusun guru satu telah tuntas, sementara rusun guru dua masih dikebut.

’’Yang perlu dikebut ini gedung rusun guru dua. Sementara rusun guru satu sudah selesai,’’ ujarnya.

Untuk asrama putra SMA, pekerjaan fisik telah selesai dan tinggal menyisakan kamar mandi serta pembersihan.

Kantin SMA juga ditargetkan selesai pekan ini sehingga seluruh kantin bisa difungsikan. Selama ini, siswa masih menggunakan kantin SD.

Baca Juga: Bertahun-tahun Mati Suri, Lantai Dua PCN Jombang Mulai Dilirik Investor

’’Yang jelas minggu ini semua kantin sudah bisa difungsikan. Karena untuk sementara ini masih menggunakan kantin SD,’’ ungkap Agung.

Kondisi proyek yang belum rampung membuat siswa SR masih beraktivitas di gedung SD.

Agung menyebut, gedung SMP dan SMA harus sudah bisa ditempati mulai Senin pekan depan sesuai permintaan Kementerian PU.

’’Yang jelas Senin pekan depan diminta Kementerian PU harus sudah bisa ditempati untuk gedung SMP dan SMA,’’ tuturnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan siswa SR masih belajar di kawasan gedung SD.

Sementara pekerja tetap beraktivitas di sejumlah titik proyek, di antaranya rusun guru, masjid, dan gedung bagian belakang kompleks.

Baca Juga: Jalan Cukir-Mojowarno Jombang Dilebarkan, Proyek Rp 1,8 Miliar Dikebut

Sebelumnya, KBM SR Terintegrasi 1 Jombang mulai berlangsung bersamaan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS), Kamis (30/7).

Karena pembangunan belum rampung, area pembelajaran dilokalisir untuk menjaga keselamatan siswa.

Titik yang masih dikerjakan dipasangi pembatas agar tidak diakses siswa.

Pemerintah pusat sebelumnya juga telah memberikan perpanjangan kontrak hingga 8 Agustus untuk menyelesaikan pekerjaan tersisa.

Baca Juga: Jalan Cukir-Mojowarno Jombang Dilebarkan, Proyek Rp 1,8 Miliar Dikebut

’’Informasi yang kami terima dari PPK Kementerian PU ada perpanjangan kontrak sampai 8 Agustus. Informasi itu kami dapat saat verifikasi lapangan,’’ ujar Agung.

Pembangunan SR tersebut dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
proyek Jombang Sekolah Rakyat gedung