Ribuan Seragam Gratis Siswa Jombang Mulai Dijahit, Proyek Dikejar Deadline

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 08:32 WIB
MULAI DIKERJAKAN: Salah satu penjahit di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang mulai mengerjakan seragam gratis. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
MULAI DIKERJAKAN: Salah satu penjahit di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang mulai mengerjakan seragam gratis. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Ribuan seragam gratis untuk siswa SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang mulai dijahit setelah seluruh kain didistribusikan kepada penjahit.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang menargetkan produksi seluruh seragam rampung pada 9 September 2026.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang (Disdikbud) Jombang Rhendra Kusuma mengatakan, seluruh kain seragam telah diterima dinas hingga Selasa (11/8).

Baca Juga: Student Journalism: Dokter Pengamal Alquran

Distribusi kain kepada para penjahit juga sudah rampung.

”Sudah. Semuanya sudah distribusi ke penjahit,” ujar Rhendra.

Setelah kain didistribusikan, pengerjaan sepenuhnya dilakukan koordinator dan penjahit sesuai pembagian wilayah.

Penyedia kain juga telah menyelesaikan pengadaan seragam nasional SD/MI dan SMP/MTs sebelum batas akhir 20 Agustus.

Baca Juga: Student Journalism: Mensyukuri Nikmat Hidup 

Salah satu koordinator penjahit, Novy, mengaku pengerjaan seragam sudah dimulai. Dari tempat kerjanya di Desa Plosogeneng, Kecamatan Jombang, dia menangani produksi seragam siswa MTs untuk wilayah Kecamatan Jombang.

Beban pengerjaannya mencapai 4.132 setel seragam. Jumlah itu terdiri atas 2.066 setel seragam biru putih dan 2.066 setel seragam pramuka.

Penerimanya sebanyak 2.066 siswa, terdiri atas 1.003 siswa laki-laki dan 1.063 siswi.

”Total biru putih 2.066 setel dan total pramuka juga 2.066 setel,” kata Novy.

Untuk mengejar target tersebut, Novy melibatkan 20 penjahit. Pengerjaan dibagi antara konveksi dan penjahit yang bekerja dari rumah masing-masing.

”Ada yang jahit di konveksi, ada yang jahit di rumahnya masing-masing. Dan yang dijahit di rumahnya masing-masing yang kualitas jahitannya bagus,” jelasnya.

Baca Juga: Wiwit Kopi Segunung Wonosalam Jombang, Saat Warga Arak Hasil Bumi

Meski dikerjakan di sejumlah tempat, kontrol kualitas tetap dilakukan. Seragam yang selesai dijahit akan dikumpulkan dan dikemas di konveksi.

Jika ditemukan jahitan yang kurang sesuai, perbaikan dilakukan sebelum seragam dikemas.

”Karena packing bajunya di konveksi, jadi kalau ada yang kurang pas langsung diperbaiki,” jelasnya.

Novy bersama timnya kini fokus mengejar target produksi. Proses pengerjaan harus berjalan sesuai jadwal agar seluruh seragam bisa diselesaikan tepat waktu.

”Deadline-nya 9 September,” ujarnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
deadline seragam gratis Jombang Disdikbud Penjahit