Proyek Sekolah Rakyat Jombang Belum Tuntas, Kementerian PU Agendakan Cek Lapangan

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Selasa, 11 Agustus 2026 | 08:07 WIB
SUDAH BERAKTIVITAS: Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang beraktivitas di sekitaran gedung sekolah yang pembangunannya belum rampung 100 persen. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
SUDAH BERAKTIVITAS: Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang beraktivitas di sekitaran gedung sekolah yang pembangunannya belum rampung 100 persen. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) akan turun mengecek pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang di Tunggorono, Rabu (12/8) setelah proyek belum tuntas 100 persen.

Pengecekan dilakukan bersama Pemkab Jombang untuk mengevaluasi pekerjaan fisik yang masih tersisa setelah kontrak berakhir 8 Agustus.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi mengatakan, tim balai dari Kementerian PU sebenarnya sudah turun ke lokasi Sabtu (8/8).

Baca Juga: Warga Sidomulyo Jombang Berebut Gunungan Tumpeng, Ada Reog-Kuda Lumping

”Rencananya akan ditindaklanjuti lagi Rabu (12/8) untuk monitoring dan evaluasinya. Salah satu agenda monev kemungkinan sekaligus dilakukan opname pada pekerjaan fisik,” terangnya, Senin (10/8).

Agung mengungkapkan, dari hasil peninjauan sebelumnya, sejumlah pekerjaan fisik belum sepenuhnya rampung.

Pengaspalan jalan, finishing beberapa gedung, hingga pembangunan rumah susun (rusun) guru masih berlangsung.

”Yang kurang dan masih dikerjakan di rusun guru, lainnya tinggal finishing. Artinya menurut saya belum selesai 100 persen,” bebernya.

Baca Juga: Student Journalism: Literasi sebagai Ruang Tumbuh Siswa

Meski begitu, Dinsos Jombang hanya bisa memberikan masukan. Sebab, kontrak pekerjaan fisik sepenuhnya berada di bawah kewenangan Kementerian PU.

”Istilahnya kami memberikan masukan saja. Karena kontraknya dengan Kementerian PU,” tegas Agung. 

Seperti diberitakan sebelumnya, kegiatan belajar mengajar (KBM) di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang dimulai bersamaan dengan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) sejak Kamis (30/7) lalu.

Meski demikian, aktivitas pembelajaran belum sepenuhnya berjalan normal karena pembangunan gedung di Desa Tunggorono belum rampung 100 persen.

Untuk menjamin keselamatan siswa, pihak sekolah bersama tim transisi dan pelaksana proyek melokalisir area pembelajaran.

Sejumlah titik yang masih dalam proses pembangunan dipasangi tanda pembatas agar tidak dapat diakses siswa.

Baca Juga: Izul Bawa Pulang Perunggu, PTM JOIS Harumkan Jombang di Kejurprov Jatim

Pemerintah pusat sebelumnya telah memperpanjang masa kontrak proyek hingga 8 Agustus agar pekerjaan yang masih tersisa dapat diselesaikan.

”Informasi yang kami terima dari PPK Kementerian PU ada perpanjangan kontrak sampai 8 Agustus. Informasi itu kami dapat saat verifikasi lapangan,” ujar Kepala Dinsos Jombang Agung Hariadi.

Pembangunan Sekolah Rakyat dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
kementerian pu proyek sekolah rakyat siswa Jombang Dinsos Jombang