Kain Seragam Gratis Jombang Mulai Diambil Penjahit, Ini Progres Terbarunya

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 09:49 WIB
WARNA-WARNI: Siswa SMPN 2 Bareng, Jombang masih menggunakan seragam sekolah asal ketika mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, (13/7). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
WARNA-WARNI: Siswa SMPN 2 Bareng, Jombang masih menggunakan seragam sekolah asal ketika mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, (13/7). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Proses penjahitan seragam gratis bagi siswa baru SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang mulai dikebut.

Hingga Kamis (7/8), sekitar separuh koordinator penjahit sudah mengambil kain dalam bentuk gelondongan dari penyedia untuk dipotong dan dijahit sesuai ukuran siswa.

’’Proses pengambilan kain sampai hari ini (7/8) masih berlangsung. Sekitar separuh koordinator penjahit sudah mengambil kain. Setelah diambil, langsung dikerjakan oleh para penjahit, mulai dari pemotongan hingga proses menjahit,” kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, (7/8).

Baca Juga: Tak Terkalahkan, Wakil Jombang Juara Grand Champions OFS Futsal Center

Kain yang diambil oleh koordinator penjahit masih berbentuk gelondongan. Selanjutnya, kain tersebut akan dipotong dan dijahit sesuai ukuran masing-masing siswa.

Rhendra menjelaskan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan proses penjahitan berjalan sesuai target.

Monitoring dijadwalkan dilakukan setiap pekan dengan melibatkan koordinator penjahit.

’’Seminggu sekali akan kami lakukan kontrol terhadap proses penjahitan. Tujuannya untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai jadwal dan kualitas seragam tetap terjaga,’’ terangnya.

Baca Juga: Jelang Muktamar ke-35 NU di Jombang, IKABU Serukan Pemimpin Teladan

Distribusi seragam kepada sekolah tidak harus menunggu seluruh pesanan selesai dikerjakan. Seragam yang telah rampung dijahit dapat langsung diserahkan kepada sekolah masing-masing.

’’Kalau sudah selesai dijahit, seragam langsung diserahkan ke sekolah. Tidak perlu menunggu semuanya selesai, sehingga sekolah bisa segera mendistribusikannya kepada siswa,’’ jelasnya.

Skema tersebut diharapkan dapat mempercepat penyaluran seragam gratis kepada peserta didik baru SD/MI dan SMP/MTs di Kabupaten Jombang.

Selain mempercepat distribusi, mekanisme bertahap juga memudahkan proses pengawasan terhadap hasil jahitan yang dikerjakan oleh penjahit lokal.

Tahun ini, siswa akan memperoleh dua setel seragam gratis. Seragam nasional merah putih dan pramuka untuk SD/MI. Serta putih biru dan pramuka untuk SMP/MTs.

Biaya penjahitan untuk SD/MI, Rp 95 ribu per setel. Sedangkan jenjang SMP/MTs Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.

Total anggaran penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI.

Baca Juga: Binrohtal: Rukun Islam Tak Hanya Ibadah, Ada Dimensi Sosial

Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain Rp 3,51 miliar untuk SD/MI. Serta SMP/MTs Rp 5,34 miliar.

Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
kain seragam gratis progres Jombang Dinas P dan K Jombang Penjahit