JombangBanget.id – Pendampingan Program Pengembangan Usaha Produk Unggulan Daerah (PM-UPUD) selama tiga tahun menghasilkan sejumlah penguatan bagi UMKM Jombang.
Mulai peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk, SOP, dokumen K3, hingga Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Capaian tersebut menjadi bekal bagi dua mitra program, Bhima Aneka Besek dan Anya Craft, untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk.
Baca Juga: Inkanas Jombang Siapkan UKT, 58 Karateka Bidik Kejuaraan di Yogyakarta
Universitas Surabaya (Ubaya) bersama Universitas Dinamika mendorong pelaku UMKM Jombang meningkatkan kualitas produk dan sistem usaha agar mampu menembus pasar global.
Upaya tersebut dilakukan melalui workshop bertajuk UMKM Jombang Goes International yang menjadi penutup pendampingan tahun ketiga.
Workshop digelar Jumat (31/8) di dua lokasi mitra PM-UPUD. Yakni Bhima Aneka Besek dan Anya Craft.
Tiap lokasi diikuti 15 pelaku dan pengelola UMKM sehingga total terdapat 30 peserta.
Baca Juga: Binrohtal: Jangan Remehkan Sedekah, Ini Lima Keutamaannya
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendampingan PM-UPUD yang telah berjalan selama tiga tahun.
Pada tahun pertama, pendampingan difokuskan pada peningkatan kapasitas produksi melalui teknologi tepat guna.
Tahun kedua diarahkan pada inovasi dan pengembangan produk.
Sedangkan tahun ketiga menyasar penguatan manajemen, standardisasi proses kerja, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), hingga kesiapan memasuki pasar yang lebih luas.
Dalam workshop tersebut, dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Surabaya Faizal Susilo Hadi menyampaikan materi UMKM Go Global: Menembus Pasar Dunia dari Produk Lokal.
Ia menekankan, peluang produk lokal masuk pasar internasional cukup besar.
Baca Juga: Tamu Kehormatan
’’Namun harus diikuti kesiapan dari sisi kualitas, merek, legalitas, standar produk, dan strategi pemasaran,’’ ungkapnya.
Menurutnya, keunikan produk saja tidak cukup untuk memenangkan pasar global. Pelaku UMKM juga harus mampu menjaga konsistensi kualitas dan memenuhi permintaan dalam jumlah besar.
Sementara itu, dosen Fakultas Teknologi dan Informatika Universitas Dinamika Tri Sagirani membawakan materi Operasi 5000 Souvenir.
Materi tersebut mengajak peserta membayangkan tantangan ketika mendapatkan pesanan dalam jumlah besar dengan waktu produksi terbatas.
Baca Juga: Tersangkut Tanaman Air, Jasad Wanita Ditemukan Mengambang di Sungai Brantas Jombang
’’Pertanyaannya bukan hanya apakah produk bisa dibuat, tetapi apakah kualitasnya tetap sama dari produk pertama hingga kelima ribu,’’ ujarnya.
Menurut Tri, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penerapan Standard Operating Procedure (SOP) dan K3 dalam kegiatan produksi.
Tanpa sistem kerja yang terdokumentasi, kualitas produk berpotensi berubah ketika jumlah pesanan meningkat atau tenaga kerja bertambah.
’’Kualitas tidak boleh bergantung pada satu orang. Kualitas harus dibangun melalui sistem,’’ tegasnya.
Workshop berlangsung interaktif. Peserta aktif berdiskusi dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menjaga kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, hingga memperluas pasar.
Ketua Tim PM-UPUD Siti Zahro mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian akhir pendampingan tahun ketiga.
Baca Juga: Setengah Tahun, Retribusi Daerah Jombang Kantongi Rp 215 Miliar
Namun, berakhirnya program diharapkan tidak memutus kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM.
’’Kita berharap pada tahun berikutnya terdapat UMKM baru di Jombang yang bisa mengikuti jejak Bhima Aneka Besek dan Anya Craft untuk memperoleh pendampingan PM-UPUD,’’ urainya.
Siti juga menekankan pentingnya kesiapan pelaku usaha untuk berkembang. Sebab, pendampingan dari perguruan tinggi akan sulit memberikan hasil maksimal tanpa komitmen UMKM untuk terus belajar dan beradaptasi.
’’UMKM harus siap diajak berlari,’’ ujarnya.
Baca Juga: Cabuli Anak Angkat Sejak SMP, Oknum Pengurus Gereja di Jombang Ditahan
Selama tiga tahun pendampingan, sejumlah capaian telah dihasilkan.
Di antaranya peningkatan kapasitas produksi, inovasi produk, penyusunan SOP dan dokumen K3, hingga perolehan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) berupa Desain Industri dan Paten Sederhana.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat produk unggulan Jombang agar tidak hanya memiliki kualitas produk yang baik.
Tetapi juga ditopang sistem manajemen dan produksi yang mampu memenuhi kebutuhan pasar yang lebih luas. (riz/jif)
Editor : Ainul Hafidz