JombangBanget.id - Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang belum rampung sepenuhnya.
Pemerintah pusat memperpanjang masa kontrak proyek hingga 8 Agustus agar pekerjaan yang masih tersisa dapat diselesaikan.
Selama proses tersebut, seluruh aktivitas siswa dipusatkan di kawasan selatan kompleks sekolah yang dinilai siap digunakan.
Baca Juga: Nalar Siswa dalam Bayang-Bayang Kecerdasan Buatan
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi mengatakan, informasi perpanjangan kontrak diterima dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) saat verifikasi lapangan bersama tim transisi.
”Informasi yang kami terima dari PPK Kementerian PU ada perpanjangan kontrak sampai 8 Agustus. Informasi itu kami dapat saat verifikasi lapangan,” katanya.
Hasil verifikasi menunjukkan bangunan yang telah layak difungsikan baru gedung SD sebagai lokasi kegiatan belajar mengajar, asrama putra SMP, asrama putra SMA, serta ruang makan di belakang gedung SD.
Karena itu, seluruh kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) dan aktivitas harian siswa dipusatkan di area tersebut.
Baca Juga: Binrohtal: Hidayah dan Taufik, Nikmat Terbesar dari Allah yang Wajib Disyukuri
”Tempat yang sudah ready itu gedung SD untuk kegiatan belajar mengajar. Kemudian asrama putra SMP, asrama putra SMA, dan tempat makan di belakang gedung SD. Pembagian penempatannya diatur pihak sekolah,” imbuhnya.
Sementara itu, pembangunan asrama putri masih dalam tahap penyelesaian.
Berdasarkan hasil verifikasi, pekerjaan finishing masih berlangsung, terutama pada toilet dan sejumlah utilitas. Kondisi tersebut membuat bangunan belum dapat ditempati.
Akibatnya, siswi SMP dan SMA untuk sementara menempati asrama putra.
Penataan ruang dilakukan pihak sekolah dengan tetap memisahkan penghuni putra dan putri demi menjaga keamanan dan kenyamanan.
”Asrama putri masih ada finishing. Waktu kami verifikasi bersama tim transisi masih ada pekerjaan toilet dan utilitas lainnya. Keputusan kami, demi menjaga keamanan siswa, seluruh aktivitas dilaksanakan di sisi selatan,” ujarnya.
Gedung Serbaguna juga belum difungsikan untuk aktivitas siswa. Pekerjaan konstruksi di kawasan itu akan kembali dilanjutkan setelah pemeriksaan kesehatan siswa selesai dilaksanakan pada Jumat (31/7).
Baca Juga: RSUD Jombang Bagikan Bendera Merah Putih, Ajak Masyarakat Semarakkan HUT ke-81 RI
Selain itu, ruang kelas SMP dan SMA juga belum rampung 100 persen.
Karena itu, kegiatan belajar mengajar sementara dipusatkan di gedung SD agar kontraktor dapat menyelesaikan pekerjaan hingga akhir masa kontrak tanpa mengganggu aktivitas siswa.
”Untuk ruang kelas SMP dan SMA masih proses. Kami lokalisir aktivitas anak-anak di sebelah selatan supaya lebih aman, sekaligus memberi kesempatan kontraktor menyelesaikan pekerjaannya sampai akhir kontrak,” katanya.
Sebagaimana diketahui, pembangunan Sekolah Rakyat dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz