JombangBanget.id - Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang resmi memulai operasionalnya, Kamis (30/7).
Open house dan pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) menjadi penanda dimulainya aktivitas belajar di sekolah berasrama yang disiapkan untuk membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak dari berbagai latar belakang.
Suasana kawasan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, tampak lebih semarak dari biasanya.
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Kontingen LKSN
Sebanyak 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA mulai menempati asrama sekaligus mengikuti hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Momen itu menjadi awal perjalanan mereka menempuh pendidikan di sekolah berasrama yang dibangun pemerintah.
Pembukaan MPLS dilakukan langsung Bupati Jombang Warsubi.
Turut mendampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, jajaran forkopimda, Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Kepala Dinas Sosial Agung Hariadi, serta para wali murid.
Baca Juga: Pemdes Kedunglumpang Jombang Kembangkan Tepung Mocaf, Singkong Lokal Jadi Andalan Ketahanan Pangan
Dalam sambutannya, Warsubi menegaskan kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk komitmen pemerintah menghadirkan akses pendidikan yang setara dan berkualitas bagi seluruh anak.
”Sekolah ini hadir agar setiap anak, tanpa memandang latar belakang ekonomi maupun kondisi sosial, bisa memperoleh hak yang sama untuk belajar, berkembang, dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik melalui pendidikan yang berkarakter, berintegritas, serta berorientasi pada pengembangan potensi diri,” ujarnya.
Di hadapan ratusan siswa, Warsubi juga menitipkan pesan agar mereka memanfaatkan kesempatan belajar sebaik-baiknya.
Menurutnya, kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat merupakan bekal berharga untuk menggapai masa depan.
”Kalian harus belajar dengan lebih semangat, lebih rajin, dan lebih giat untuk berprestasi. Kesempatan yang kalian dapatkan hari ini adalah bekal yang sangat berharga untuk meraih cita-cita di masa depan. Jangan ragu pada kemampuan diri sendiri, karena setiap anak memiliki potensi untuk berhasil selama mau berusaha, tekun belajar, dan tidak mudah menyerah,” tuturnya.
Pesan juga disampaikan kepada para guru dan tenaga kependidikan. Warsubi meminta seluruh pendidik memberikan pendampingan terbaik sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, sekaligus mampu mendorong setiap siswa mengembangkan potensi yang dimiliki.
Baca Juga: Gus Sentot Luncurkan Program Renang Gratis untuk Anak-Anak Jombang, 120 Peserta Tiap Bulan
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kabupaten Jombang Andik Minarto menjelaskan, pembukaan MPLS menandai dimulainya kegiatan belajar mengajar di gedung baru Sekolah Rakyat.
”Anak-anak SR mulai efektif hari ini, di tanggal 30 Juli 2026 kita sudah mulai open house, pembukaan MPLS sekaligus sebagai mengawali kegiatan pembelajaran di Sekolah Rakyat permanen ini. Jumlah siswa totalnya 270, terdiri dari 90 siswa SD, 90 SMP, dan 90 SMA,” katanya.
Seluruh siswa akan menjalani sistem pendidikan berasrama.
Meski pembangunan kawasan sekolah belum sepenuhnya rampung, proses belajar mengajar sudah dapat berlangsung karena fasilitas utama telah siap digunakan.
Baca Juga: Binrohtal: Iman Bisa Bertambah dan Berkurang, Ini Amalan untuk Menjaganya
Fasilitas yang telah difungsikan meliputi gedung pembelajaran SD, asrama putra dan putri, dapur, ruang ibadah, serta kantin.
Sementara itu, pembangunan asrama SD, rumah susun guru, masjid, dan guest house masih dalam tahap penyelesaian. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz