Kualitas Jadi Prioritas, Pemkab Jombang Periksa Kain Seragam Gratis Sebelum Produksi

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 12:57 WIB
WARNA-WARNI: Siswa SMPN 2 Bareng, Jombang masih menggunakan seragam sekolah asal ketika mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, (13/7). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
WARNA-WARNI: Siswa SMPN 2 Bareng, Jombang masih menggunakan seragam sekolah asal ketika mengikuti masa pengenalan lingkungan sekolah, (13/7). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Program seragam gratis Pemerintah Kabupaten Jombang memasuki tahapan pemeriksaan kualitas kain sebelum didistribusikan kepada para penjahit.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh bahan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan dalam kontrak pengadaan.

’’Kainnya sudah datang, tetapi sebelum didistribusikan ke penjahit harus diperiksa terlebih dahulu oleh Balai Tekstil untuk memastikan spesifikasinya sesuai dengan yang dipersyaratkan,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.

Baca Juga: Cegah Genangan saat Muktamar NU, Dinas PUPR Bersihkan Kali Jombang Kulon dan Drainase di Tambakberas

Sampai kemarin, kain belum dapat dibagikan kepada koordinator penjahit karena masih menjalani proses uji mutu oleh Balai Tekstil.

Pemeriksaan dilakukan sebagai bentuk kehati-hatian agar kualitas kain yang diterima benar-benar sesuai dengan kontrak.

Proses tersebut juga mendapat pendampingan dari aparat penegak hukum untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan.

Saat ini kain masih berbentuk gulungan atau gelondongan.

Baca Juga: Latihan Tiap Pagi, Setwan DPRD Jombang Siap Tampil All Out di Gerak Jalan Rojo

Meski demikian, kebutuhan masing-masing koordinator penjahit telah dipetakan. Sehingga distribusi dapat segera dilakukan setelah hasil pemeriksaan dinyatakan memenuhi spesifikasi.

’’Kebutuhan setiap koordinator penjahit sudah dihitung, sehingga setelah pemeriksaan selesai tinggal didistribusikan sesuai jumlah yang dibutuhkan,’’ terangnya.

Wor Windari optimistis proses pengadaan tetap berjalan sesuai jadwal.

Ia memperkirakan distribusi kain tidak perlu menunggu hingga batas akhir pengiriman pada 20 Agustus. Karena sebagian besar bahan telah tersedia.

’’Mungkin sekarang sudah separuh yang sudah datang,’’ ucapnya. 

Pemerintah Kabupaten Jombang menargetkan seluruh proses penjahitan dan distribusi seragam kepada siswa dapat rampung pada Oktober 2026.

Baca Juga: Binrohtal: Lima Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua, dari Panjang Umum hingga Anak yang Saleh

’’Kami mohon doa agar seluruh proses berjalan sesuai timeline, sehingga seragam bisa diterima siswa tepat waktu,’’ ungkapnya.

Program seragam gratis diperuntukkan bagi siswa baru jenjang SD/MI dan SMP/MTs.

Ini sebagai upaya meringankan beban biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua pada awal tahun ajaran baru. 

Tahun ini, yang diberikan berupa dua jenis seragam. Seragam nasional merah putih dan pramuka untuk SD/MI. Serta putih biru dan pramuka untuk SMP/MTs.

Baca Juga: Berangkat Cari Kerja ke Kamboja, Warga Mojowarno Jombang Diduga Jadi Korban TPPO

Biaya penjahitan untuk SD/MI, Rp 95 ribu per setel. Sedangkan jenjang SMP/MTs Rp 105 ribu per setel. Nominal tersebut sudah termasuk pajak.

Total anggaran penjahitan Rp 5.980.000.000 untuk SMP/MTs. Serta Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI. 

Sedangkan nilai anggaran pengadaan kain Rp 3,51 miliar untuk SD/MI. Serta SMP/MTs Rp 5,34 miliar.

Jumlah seragam mencapai 46 ribu. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
periksa kain seragam gratis produksi Jombang Dinas P dan K Jombang