JombangBanget.id – Kekosongan jabatan kepala sekolah negeri di Jombang masih terjadi meski telah digelar pelantikan 19 kepala sekolah, Selasa (28/7).
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang berencana melakukan mutasi sebelum pengisian kepala sekolah definitif.
’’SD masih 20 sekolah, SMP enam sekolah dan TK tujuh sekolah yang kosong kepala sekolahnya. Nanti prosesnya mutasi dulu, baru dilakukan pengisian pada sekolah-sekolah yang masih kosong,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari.
Baca Juga: Cegah Genangan saat Muktamar NU, Dinas PUPR Bersihkan Kali Jombang Kulon dan Drainase di Tambakberas
Pengisian jabatan kepala sekolah akan diawali dengan mutasi sehingga penempatan kepala sekolah dapat dilakukan sesuai kebutuhan.
’’Stok calon kepala sekolah untuk jenjang TK maupun SD masih terbatas sehingga membutuhkan proses lebih panjang dibandingkan SMP,’’ terangnya.
Proses mutasi dan pengisian jabatan tidak bisa dilakukan secara cepat karena harus mengikuti mekanisme yang berlaku.
Salah satunya, menunggu persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) sebelum pelaksanaan mutasi dapat dilakukan.
Baca Juga: Latihan Tiap Pagi, Setwan DPRD Jombang Siap Tampil All Out di Gerak Jalan Rojo
’’Kami terus berproses. Kami ingin sekolah-sekolah yang kosong segera terisi, tetapi harus menyesuaikan dengan sistem dan menunggu persetujuan dari BKN. Semoga prosesnya lancar sehingga kekosongan jabatan bisa segera teratasi,’’ paparnya.
Wor Windari menjelaskan, pelantikan 19 kepala sekolah yang digelar Selasa (28/7) seluruhnya merupakan promosi jabatan, bukan mutasi.
Sementara mutasi kepala sekolah terakhir telah dilaksanakan pada 29 Juni lalu untuk jenjang SD dan SMP.
Baca Juga: Binrohtal: Lima Keutamaan Berbakti kepada Orang Tua, dari Panjang Umum hingga Anak yang Saleh
Alur yang sama nanti juga akan kembali dipakai. Setelah mutasi baru akan dilakukan promosi untuk mengisi kekosongan kepala sekolah secara definitif. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz