Masih Ada 6.715 Anak Tidak Sekolah di Jombang, Dinas P dan K Siapkan Pendataan Ulang

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 14:12 WIB
KESETARAAN: Siswa mengikuti kegiatan belajar di PKBM Gajahmada, Kecamatan Mojoagung, Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
KESETARAAN: Siswa mengikuti kegiatan belajar di PKBM Gajahmada, Kecamatan Mojoagung, Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Jumlah Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Jombang menurun pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Berdasarkan dashboard Kemendikdasmen, kini tercatat 6.715 anak, turun dari sebelumnya 7.281 anak.

Sebagai langkah, Dinas Pendidikan dan kebudayaan kabupaten Jombang segera melakukan identifikasi dan verifikasi keberadaab ATS.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Juara Baitul Izza Cup I 2026

Kepala Bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Nonformal Disdikbud Jombang Maria Ulfah menyebut penurunan dipengaruhi pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan dimulainya tahun ajaran baru.

”Data ATS berkurang karena anak-anak yang sebelumnya masuk kategori ATS kembali bersekolah, baik formal maupun nonformal. Setelah masuk Dapodik, otomatis jumlah ATS di dashboard juga berkurang,” ujarnya.

Dari total 6.715 ATS, rinciannya 1.570 lulusan SMP belum melanjutkan ke SMA/sederajat, 345 lulusan SD belum melanjutkan ke SMP, 2.032 anak belum pernah bersekolah, serta 2.768 anak putus sekolah.

Meski menurun, Disdikbud tetap menyiapkan langkah intensif. Identifikasi dan verifikasi data akan dilakukan bersama Tim ATS Kabupaten, PKBM, dan SKB agar penanganan tepat sasaran.

Baca Juga: Rencana Mutasi Enam Perangkat Desa Plabuhan Dibahas DPRD Jombang, Komisi A Ingatkan Risiko Hukum

”Kami akan bekerja sama melakukan identifikasi dan verifikasi bersama terhadap data ATS tersebut,” jelas Ulfah.

Setelah validasi, pemerintah akan melakukan pendekatan persuasif kepada anak dan keluarga agar bersedia kembali bersekolah.

”Selanjutnya akan dilakukan pendekatan agar anak-anak mau bersekolah, baik di jalur pendidikan formal maupun nonformal,” pungkasnya. (wen/naz)

Editor : Ainul Hafidz
tidak sekolah anak tidak sekolah Jombang Dinas P dan K Jombang putus sekolah