JombangBanget.id – Kegiatan belajar mengajar di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Jombang tetap berjalan pascakebakaran yang melanda salah satu bangunan madrasah, Rabu (24/6).
Untuk sementara, pembelajaran dipindahkan ke ruang alternatif berupa perpustakaan dan musala sembari menunggu proses perbaikan bangunan.
’’Untuk sementara pembelajaran kami alihkan ke perpustakaan dan musala. Gedung yang terdampak belum bisa ditempati karena masih menunggu bantuan dari provinsi untuk proses perbaikannya,’’ kata Kepala MIN 2 Jombang, Mashudi, Jumat (17/7).
Selain ruang belajar, pihak madrasah juga melakukan penataan ulang ruang guru.
Ruang administrasi yang sebelumnya tidak digunakan untuk kegiatan belajar kini dialihkan menjadi ruang kerja guru agar aktivitas pendidikan tetap berjalan normal.
’’Ruang guru kami pindahkan ke ruangan lain yang masih bisa digunakan. Jadi sementara kami atur agar seluruh aktivitas pembelajaran tetap bisa berlangsung,’’ terangnya.
Mashudi menjelaskan kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB.
Berdasarkan hasil pengecekan awal, api diduga berasal dari instalasi listrik di area kantin.
Saat itu sebuah kipas angin yang berada di kantin diduga masih terhubung dengan listrik sehingga memicu korsleting.
Api kemudian merambat ke bangunan yang berdekatan dengan kantin, terutama ruang kelas.
Guru yang mengetahui munculnya asap segera meminta bantuan warga sekitar. Tak lama kemudian, masyarakat bergotong royong memadamkan api sekaligus menyelamatkan berbagai dokumen dan barang-barang penting milik madrasah.
’’Alhamdulillah masyarakat sangat cepat membantu. Dokumen-dokumen penting, komputer, dan perlengkapan lainnya berhasil dikeluarkan sehingga tidak ikut terbakar,’’ ungkapnya.
Akibat kejadian tersebut, satu ruang kelas mengalami kerusakan cukup berat.
Baca Juga: Pemdes Tambakrejo Jombang Buka Layanan Jemput Bola Bayar PBB, Warga Tak Perlu Lagi ke Kantor
Sebagian ruang guru, atap kamar mandi, dan area sekitar kantin juga terdampak kobaran api.
Meski demikian, struktur bangunan tidak sampai ambruk.
’’Yang paling banyak rusak memang bagian atap. Genteng terpaksa dibuka saat proses pemadaman, sedangkan kayu-kayu penyangga sudah hangus terbakar,’’ jelasnya.
Untuk sementara, perbaikan darurat akan dilakukan dengan membongkar bagian atap yang rusak dan memasang penutup sementara.
Baca Juga: Kasus PHK Massal PT SGS, Disnaker Jombang Siapkan Mediasi dengan Bantuan Disnaker Jatim
Ini agar fasilitas yang terdampak masih dapat dimanfaatkan sambil menunggu rehabilitasi permanen.
’’Kami berharap bantuan anggaran bisa segera turun sehingga ruang kelas dapat diperbaiki dan kegiatan belajar mengajar kembali normal,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz