Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Belajar dari Keluhan Tahun Lalu, DPRD Jombang Wanti-wanti Ongkos Jahit Seragam

Wenny Rosalina • Kamis, 9 Juli 2026 | 06:54 WIB
TEPAT DAN AKURAT: Penjahit melakukan pengukuran seragam di SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang 2025. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
TEPAT DAN AKURAT: Penjahit melakukan pengukuran seragam di SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang 2025. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – DPRD Jombang meminta ongkos jahit seragam gratis diberikan secara utuh. Agar tidak muncul keluhan ongkos jahit dipotong seperti tahun lalu. 

’’Tahun lalu ada keluhan ongkos jahit dipotong dari penjahit, jangan sampai terulang tahun ini,’’ kata Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot).

Total anggaran untuk proses penjahitan tahun ini pagunya Rp 5.980.000.000 untuk jenjang SMP/MTs dan Rp 3.920.000.000 untuk SD/MI.

’’Biaya jahit SD sebesar Rp 95 ribu dan SMP Rp 105 ribu per setel, sudah termasuk pajak. Untuk siswa laki-laki maupun perempuan tarifnya sama,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  (Disdikbud) Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma.

Baca Juga: Matamuda Gantikan Matsama, Kemenag Jombang Tekankan Orientasi Madrasah Ramah Anak

Dinas telah menunjuk 62 koordinator penjahit  yang telah ditetapkan melalui e katalog. Mereka akan menunjuk penjahit-penjahit yang ada di sekitarnya untuk menangani proses pengukuran hingga penjahitan seragam bagi 46 ribu siswa. Rincianya, 20 ribu siswa kelas 1 SD/MI. Serta 26 ribu siswa kelas VII SMP/MTs. 

Proses pengukuran seragam mulai dilakukan pada pekan ini, bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru.

’’Pada 13 Juli pengukuran sudah dimulai. Pelaksanaannya bersamaan dengan awal masuk sekolah,’’ ujarnya.

Meski pengukuran sudah dimulai, distribusi kain seragam dilakukan secara bertahap. Kain dijadwalkan mulai datang pada pekan depan sehingga proses penjahitan dapat segera dilakukan setelah seluruh siswa selesai diukur.

’’Kainnya mulai datang minggu depan. Setelah itu penjahit bisa langsung mengerjakan sesuai hasil pengukuran masing-masing siswa,’’ paparnya.

Disdikbud Kabupaten Jombang menargetkan seluruh seragam gratis sudah diterima siswa paling lambat 20 Agustus 2026.

Bantuan yang diberikan meliputi seragam nasional dan seragam Pramuka bagi siswa baru jenjang SD/MI serta SMP/MTs.

Nilai anggaran pengadaan kain seragam mencapai Rp 3,51 miliar untuk jenjang SD dan Rp 5,34 miliar untuk jenjang SMP.
(wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#tidak dipotong #Ongkos #seragam gratis #Jombang #dprd jombang