Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Ribuan Kursi SDN Masih Kosong, DPRD Jombang Sebut Hilangnya Mulok Agama Jadi Penyebab

Wenny Rosalina • Selasa, 7 Juli 2026 | 06:51 WIB
ANTUSIAS: Wali murid mendaftarkan siswa di SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang, (22/6). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
ANTUSIAS: Wali murid mendaftarkan siswa di SDN Jombatan 3 Kecamatan Jombang, (22/6). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Sebanyak 5.176 kursi dari total pagu 15.289 siswa di jenjang Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Jombang masih belum terisi pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Hilangnya muatan lokal (mulok) keagamaan dan diniyah dianggap sebagai salah satu pemicu.

’’Masyarakat sekarang ingin anak-anaknya paham agama, ketika mulok keagamaan dan diniyah di SDN dihilangkan diganti ekstra, otomatis minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di SDN menurun,’’ kata Wakil Ketua 3 DPRD Jombang, HM Syarif Hidayatullah ST MMT (Gus Sentot.

Program tahfid juz 30 yang sempat berjalan di SDN juga sempat membangkitkan animo masyarakat untuk menyekolahkan anaknya ke SDN.

Baca Juga: Program Desa Mantra Dimulai, Dinsos Jombang Targetkan Satu Wirausaha Baru di Setiap Dusun

’’Setelah mulok keagamaan dan diniyah dihilangkan, program tahfid itu juga otomatis terancam tidak bisa berjalan. Sehingga masyarakat kembali enggan menyekolahkan anaknya di SDN,’’ paparnya.

Gus Sentot berharap, hasil SPMB ini menjadi bahan evaluasi.

’’Penilaian masyarakat terhadap SDN itu bisa kita lihat dari hasil SPMB. Maka ini harus dijadikan bahan perbaikan pendidikan SDN di Jombang,’’ ungkapnya.

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, menjelaskan, masih ada 427 SDN yang pagunya belum terpenuhi. 

Pagu yang belum terisi mencapai 33 persen. Sebanyak 5.176 kursi dari total pagu 15.289 siswa yang disediakan pada SPMB tahun ajaran 2026/2027.

Tahapan SPMB resmi ditutup pada 30 Juni pukul 15.00 WIB. Hasil seleksi diumumkan secara offline di masing-masing sekolah pada 2 Juli.

Proses daftar ulang dan pemberkasan berlangsung mulai 3 hingga 9 Juli di satuan pendidikan masing-masing. 

Meski pengumuman telah dilakukan, sekolah yang masih memiliki sisa kuota tetap diperbolehkan menerima peserta didik baru secara langsung.

’’Sekolah yang pagunya masih kurang dapat menerima pendaftaran secara langsung ke sekolah sampai 12 Juli,’’ kata Rhendra.

Baca Juga: Lelang Ulang Asbrak Pasar Ploso Tertunda, Disdagrin Jombang Tunggu Administrasi Aset

Ia berharap masyarakat yang anaknya belum memperoleh sekolah atau belum mengikuti proses SPMB dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan segera mendatangi SDN yang masih memiliki kuota.

Dengan dibukanya pendaftaran secara langsung ke sekolah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang menargetkan sisa kuota di ratusan SDN tersebut dapat segera terisi sebelum dimulainya tahun ajaran baru pada Senin (13/7). (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Mulok Keagamaan #spmb #Jombang #SDN #dprd jombang