JombangBanget.id - Pelaksanaan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jombang dipastikan siap dimulai pada 14 Juli mendatang.
Berbagai persiapan, mulai dari pendataan peserta didik, penyediaan tenaga pendidik, hingga penyelesaian gedung permanen yang kini progres pembangunannya mencapai 91 persen.
Bupati Jombang Warsubi mengatakan, seluruh tahapan persiapan berjalan sesuai jadwal.
Sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, para siswa dijadwalkan menempati gedung baru Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, pada 10 Juli.
Baca Juga: Kasasi Ditolak MA, Eks Direktur Perumda Panglungan Jombang Tetap Divonis 5,5 Tahun Penjara
”Alhamdulillah, Sekolah Rakyat Kabupaten Jombang sudah siap. Muridnya sudah terpenuhi dan seluruhnya berasal dari keluarga desil 1 dan desil 2," ujarnya, Rabu (2/7).
Tahun ini, Sekolah Rakyat Jombang memperoleh tambahan kuota 270 siswa baru. Mereka terbagi dalam jenjang SD, SMP, dan SMA. Masing-masing jenjang terdiri atas tiga rombongan belajar (rombel) dengan total 90 siswa.
Menurut Warsubi, Jombang menjadi salah satu daerah yang memiliki penyelenggaraan Sekolah Rakyat paling lengkap karena mencakup seluruh jenjang pendidikan dasar hingga menengah.
"Jombang menjadi salah satu daerah yang lengkap karena memiliki jenjang SD, SMP, dan SMA dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat,” katanya.
Selain kesiapan peserta didik, pembangunan gedung permanen juga hampir tuntas. Hingga awal Juli, progres pembangunan telah mencapai sekitar 91 persen dan ditargetkan selesai sebelum siswa mulai belajar.
”Bangunannya sudah mencapai sekitar 91 persen. Pekerjaan terus dikebut agar siap digunakan saat anak-anak mulai belajar,” ungkapnya.
Sementara itu, kebutuhan guru dan tenaga kependidikan tambahan dipastikan akan dipenuhi oleh Kementerian Sosial. Pemkab Jombang terus berkoordinasi agar seluruh kebutuhan operasional sekolah dapat terpenuhi.
Warsubi optimistis pelaksanaan Sekolah Rakyat di Jombang akan berjalan lancar karena seluruh persiapan utama telah dilakukan.
”Yang penting anak-anak siap belajar, gedung hampir selesai, sehingga kami optimistis pelaksanaannya berjalan baik,” tandasnya.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat terlihat dari terpenuhinya seluruh kuota siswa pada setiap jenjang. Bahkan, Jombang mendapat apresiasi dari Kementerian Sosial karena mampu memenuhi kuota Sekolah Rakyat mulai tingkat SD, SMP hingga SMA.
Baca Juga: Tergiur Lowongan Kerja di Facebook, Pemuda Jombang Kehilangan Motor Dibawa Kabur Pelaku
"Intinya kita mendukung penuh program Pak Presiden,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kementerian Sosial meminta Pemkab Jombang segera membentuk tim transisi untuk mengawal perpindahan 100 siswa SR gelombang pertama dan aset dari SKB Mojoagung ke gedung baru di Desa Tunggorono.
Sebanyak 100 siswa jenjang SMP dan SMA dinyatakan naik kelas karena memenuhi seluruh kriteria penilaian yang ditetapkan. Siswa SMP yang sebelumnya kelas VII naik ke kelas VIII. Sedangkan siswa SMA yang sebelumnya kelas X naik ke kelas XI.
Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo mengatakan, arahan tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Kemensos pada 17 Juni lalu.
”Pemkab diminta segera membentuk tim transisi sebelum tahun ajaran baru. Tim ini penting untuk mengawal proses perpindahan siswa dan aset agar memiliki dasar hukum yang jelas,” ujarnya.
Sekolah Rakyat Jombang menjadi salah satu dari 178 sekolah yang ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Tahapan persiapan telah dijadwalkan, mulai pembagian rapor pada 20 Juni, penetapan siswa baru pada 23–30 Juni, sosialisasi kepada masyarakat pada 26 Juni–2 Juli, pengecekan gedung pada 1–5 Juli, hingga mobilisasi guru dan tenaga kependidikan pada 5–10 Juli.
”Seluruh tahapan tersebut ditarget rampung sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai pada 14 Juli mendatang,” pungkas Agus. (ang/naz)
Editor : Ainul Hafidz