JombangBanget.id – Pemeringkatan pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Negeri (SMPN) jalur domisili di Kabupaten Jombang terus bergerak.
Pendaftaran ditutup Kamis (25/6) pukul 15.00 WIB.
Sampai Rabu (24/6), jalur domisili sebaran di sekolah unggulan seperti SMPN 1 Jombang dan SMPN 2 belum terpenuhi.
’’Sesuai ketentuan, apabila sampai akhir pendaftaran masih ada kuota domisili sebaran yang tidak terisi, maka sisa pagu tersebut akan dialihkan ke jalur domisili jarak atau radius,’’ kata kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono.
Di SMPN 1 Jombang, batas jarak terjauh calon peserta didik yang masih berada dalam zona aman sementara mencapai 1.566 meter dari sekolah. Jarak terdekat pada kisaran 162 meter.
Baca Juga: Wonosalam Sumbang 60 Persen Produksi Cengkeh Jombang, Capai 234,9 Ton per Tahun
Jalur domisili sebarannya memiliki kuota 70 siswa. Hingga kemarin masih terdapat sisa 21 kursi yang belum terisi.
Rinciannya, dua kursi untuk warga Banjardowo. Dua kursi warga Jelakombo. Empat kursi warga Jombatan. Tiga kursi warga Kaliwungu.
Dua kursi warga Kepatihan. Tiga kursi warga Sengon. Tiga kursi warga Sumberjo. Serta dua kursi warga Tambakrejo.
Persaingan ketat juga terjadi di SMPN 2 Jombang. Data sementara menunjukkan, batas jarak terjauh yang masih masuk kuota hanya sekitar 762 meter. Sedangkan jarak terdekat 143 meter dari sekolah.
Pada jalur domisili sebaran, SMPN 2 Jombang memiliki kuota 64 siswa.
Hingga kemarin sebanyak 59 kursi telah terisi dan menyisakan lima kursi.
Rinciannya, satu kursi untuk warga Kaliwungu. Dua kursi untuk warga Pulolor. Serta dua kursi untuk warga Sumberjo.
Seiring bertambahnya jumlah pendaftar, batas jarak terjauh di sejumlah sekolah kota terus bergeser.
’’Pemeringkatan terus bergerak. Ketika ada pendaftar baru dengan jarak yang lebih dekat, otomatis peringkat di bawahnya akan tergeser,’’ ujarnya.
Baca Juga: Potensi Cengkeh Wonosalam Jombang Kian Menjanjikan, Satu Pohon Bisa Hasilkan 15 Kilogram
Peringkat yang saat ini terlihat di sistem belum final karena masih dapat berubah hingga akhir masa pendaftaran.
’’Pada jalur domisili, penentuan peringkat utama didasarkan pada jarak tempat tinggal calon peserta didik dengan sekolah tujuan,’’ terangnya.
Apabila terdapat peserta dengan jarak yang sama, sistem akan memprioritaskan calon peserta didik yang usianya lebih tua.
’’Jika masih sama juga, maka dilihat dari waktu pendaftaran, siapa yang lebih dulu masuk sistem,’’ jelasnya.
Pendaftaran SPMB online tahap II jalur domisili berlangsung pada 23–25 Juni dan akan ditutup pada pukul 15.00 WIB.
Pengumuman hasil seleksi secara sistem pada 26 Juni pukul 11.00 WIB.
Dilanjutkan daftar ulang dan pemberkasan pada 26–28 Juni 2026. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz