Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Masih Minim Peminat, Warga di Sekitar SD Negeri Disarankan Daftar Jalur Domisili Sebaran

Wenny Rosalina • Rabu, 24 Juni 2026 | 07:06 WIB
Proses verifikasi data calon murid baru di SDN Kepanjen 2 Kecamatan Jombang, (22/6).
Proses verifikasi data calon murid baru di SDN Kepanjen 2 Kecamatan Jombang, (22/6).

JombangBanget.id – Jalur domisili sebaran pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SD tahun ini menjadi peluang besar bagi calon peserta didik yang tinggal di sekitar sekolah.

Sebaliknya, jalur afirmasi hingga saat ini masih belum banyak diminati oleh masyarakat. Utamanya di sekolah-sekolah kota. Sehingga kuotanya dialihkan sepenuhnya ke jalur domisili.

’’Domisili sebaran ini sebagai golden ticket bagi anak-anak sekitar sekolah. Ini bentuk keberpihakan pemerintah kepada masyarakat yang tinggal di lingkungan sekolah,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, kemarin.

Baca Juga: Persaingan SPMB SD di Jombang Kota Makin Ketat, Kuota Sekolah Favorit Jebol

Jalur domisili sebaran merupakan kebijakan baru yang memberikan alokasi khusus bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan sekitar sekolah.

’’Dari total kuota 60 siswa yang tersedia di SDN Jombatan 3, sebanyak 20 persen atau sekitar 12 kursi dialokasikan melalui jalur domisili sebaran,’’ kata Kepala SDN Jombatan 3 Jombang, Donny Erfantoro.

Masyarakat yang berdomisili di wilayah Jombatan sebaiknya memanfaatkan jalur tersebut karena persaingan hanya terjadi dengan calon peserta didik dalam kelompok yang sama.

Baca Juga: SPMB SMP Negeri di Jombang Jalur Domisili Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Mekanisme Seleksinya

’’Kalau rumahnya di sekitar sini, lebih aman memilih domisili sebaran. Persaingannya terbatas pada peserta yang memilih jalur itu saja,’’ jelasnya.

Hingga Selasa (23/6) dari pagu 12 siswa di SDN Jombatan 3, baru terisi tujuh siswa.

Seleksi jalur domisili sebaran menggunakan kombinasi skor jarak dan usia dengan komposisi 60 persen jarak serta 40 persen usia.

’’Kalau pendaftar lebih banyak dari kuota yang tersedia, penilaiannya tetap menggunakan kombinasi jarak dan usia. Jadi skornya sama seperti jalur domisili lainnya,’’ jelas Donny.

Pelaksanaan verifikasi final SPMB di SDN Jombatan 3 berlangsung mulai 22 hingga 30 Juni. Pada hari pertama, Senin (22/6), jumlah pendaftar telah mencapai 113 anak, jauh melampaui kuota yang tersedia sebanyak 60 siswa.

Kondisi serupa juga terjadi di SDN Kepanjen 2 Jombang. ’’Jumlah pendaftar hari pertama verifikasi, Senin (22/6) telah mencapai sekitar 120 anak, sedangkan kuota yang tersedia sebanyak 112 siswa,’’ kata Kepala SDN Kepanjen 2, Nur Wakid.

Di SDN Kepanjen 2 Kecamatan Jombang, dari 22 pagu domisili sebaran, baru terisi empat siswa. ’’Kami sudah sosialisasikan kepada masyarakat sekitar, jika tinggal di wilayah Kepanjen, bisa melalui jalur domisili sebaran,’’ jelasnya.

Calon peserta didik yang tidak lolos seleksi di sekolah tujuan masih dapat memilih sekolah lain yang kuotanya tersedia. Proses pendaftaran dan verifikasi masih berlangsung hingga 30 Juni.

Hasil akhir SPMB SD bakal diumumkan pada 2 Juli. Daftar ulang dan pemberkasan bakal dilaksanakan 3 Juli sampai 9 Juli 2026.  (wen/jif)

 

Editor : Achmad RW
#SMPB 2026 #sd negeri #jalur domisili #Sebaran