JombangBanget.id – Hari pertama pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Jombang sempat mengalami perlambatan akses, Kamis (18/6).
Kondisi tersebut terjadi akibat tingginya jumlah pengguna yang mengakses sistem secara bersamaan.
’’Ini masih penyesuaian dengan sistem yang baru. Memang tadi ada sedikit kendala, tetapi sudah bisa diatasi. Bandwidth dan kemampuan servernya juga sudah ditingkatkan,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono.
Kendala tersebut hanya berlangsung singkat dan langsung ditangani oleh tim pengembang aplikasi.
Baca Juga: SPMB SMA/SMK di Jombang 2026 Tahap 2 Masuk Verifikasi, Ranking Tak Bisa Dipantau
Menurut Eko, perlambatan terjadi sekitar pukul 08.45 WIB saat ribuan pengguna mengakses laman pendaftaran secara bersamaan.
Kondisi tersebut membuat sistem perlu dilakukan pemeliharaan singkat untuk meningkatkan kapasitas layanan.
’’Kalau hari pertama kan wajar. Pada jam-jam itu banyak yang mengakses secara bersamaan, mungkin sekitar 10 ribu pengguna dalam waktu yang sama. Karena itu dilakukan maintenance sekitar lima sampai sepuluh menit untuk menambah bandwidth dan CPU di pusat,’’ jelasnya.
Setelah peningkatan kapasitas dilakukan, akses layanan kembali berjalan normal dan dapat digunakan masyarakat tanpa kendala berarti.
’’Sekarang sudah normal. Ini memang wajar terjadi pada awal pelaksanaan karena sistem menyesuaikan dengan lonjakan pengguna,’’ terangnya.
Hingga hari pertama pelaksanaan belum ditemukan keluhan dari masyarakat terkait proses pendaftaran.
Warga yang datang ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan umumnya bukan karena mengalami kesulitan teknis, melainkan ingin mendaftar setelah masa pendataan sebelumnya berakhir.
’’Yang datang ke kantor biasanya karena ingin mendaftar baru. Mereka belum mengetahui bahwa masa pendataan SPMB sudah selesai,’’ ungkapnya.
Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi calon peserta didik yang sama sekali belum melakukan unggah data pada masa pendataan.
Baca Juga: Student Journalism Jombang: SuperCamp Persari SDN Godong
Namun bagi calon peserta yang sudah terverifikasi dan memenuhi seluruh persyaratan administrasi, proses pengambilan PIN masih dapat dilakukan.
’’Yang penting sudah terverifikasi, empat dokumen terpenuhi dan sudah foto di sekolah tujuan. Kalau itu sudah selesai, PIN masih bisa diambil,’’ tegasnya.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, Disdikbud Jombang menerapkan pembagian jalur yang lebih rinci untuk memudahkan masyarakat memahami mekanisme seleksi.
Secara umum terdapat empat jalur utama. Domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi.
Domisili dibagi menjadi dua kategori. Domisili berdasarkan jarak dan domisili berdasarkan sebaran. Sementara jalur afirmasi terdiri atas afirmasi umum dan afirmasi bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).
Jalur prestasi terbagi menjadi prestasi berbasis nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan prestasi non-TKA seperti hasil perlombaan.
Sedangkan jalur mutasi ada mutasi umum dan mutasi GTK.
’’Intinya ada empat jalur. Hanya saja kami buat lebih rinci di sistem agar masyarakat lebih mudah memahami. Untuk prestasi misalnya ada yang berbasis TKA dan ada yang non-TKA,’’ terangnya.
Pendaftaran SPMB Online Utama Tahap I untuk jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi pada 18–20 Juni 2026. Ditutup 20 Juni 2026 pukul 15.00 WIB.
Selama masa pendaftaran, masyarakat dapat memantau peringkat sementara yang ditampilkan sistem secara real-time.
Baca Juga: Usai Idul Adha, Harga Daging Sapi di Jombang Tembus Rp 120 Ribu per Kilogram
Selanjutnya, hasil seleksi tahap pertama akan diumumkan pada 21 Juni 2026 pukul 11.00 WIB. Dilanjutkan dengan proses daftar ulang pada 21–22 Juni 2026.
Sementara itu, pendaftaran SPMB Online Utama Tahap II melalui jalur domisili dibuka pada 23–25 Juni 2026 dan ditutup 25 Juni 2026 pukul 15.00 WIB. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz