JombangBanget.id – SMK Gajah Mada, Jombang mampu menjawab tantangan di era transformasi digital yang bergerak cepat.
Sekolah dibawah naungan Yayasan Pondok Pesantren At Taufiq ini hadir dengan sebuah formula untuk menggabungkan kompetensi teknologi tingkat tinggi dengan fondasi spiritual yang kokoh melalui Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) berbasis pondok pesantren.
Sesuai dengan visi utamanya, Beriman, Berakhlak Mulia, Berkarakter, dan Kreatif.
Sekolah yang terletak di Jalan Brigjend Kretarto Nomor 7 Desa Sambongdukuh, Kecamatan Jombang ini mengharapkan siswa mampu menciptakan kreativitas dalam komputer dan jaringan untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan dalam bidang teknologi jaringan.
’’Hal ini membuktikan, kehidupan ala santri sama sekali tidak membatasi para siswa untuk menjadi cyber warrior handal,’’ kata Kepala SMK Gajah Mada, Devita Sukma Mayasari SPd.
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Juara Storytelling
SMK Gajah Mada secara rutin memulai kegiatan dengan pembiasaan berupa aktivitas spiritual, sebelum bel pembelajaran pertama berbunyi.
’’Seluruh siswa diwajibkan melakukan pembiasan salat Duha berjamaah dan setoran hafalan sebagai menu wajib. Hal ini kami lakukan agar terlahir teknisi cerdas sekaligus bermoral, disinilah fungsi integrasi dengan pondok pesantren,’’ tandasnya.
Keunggulan program TKJ di SMK Gajah Mada dirancang khusus agar sesuai dengan nilai-nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab yang diajarkan di pondok.
Laboratorium sekolah juga telah dilengkapi perangkat routing dan switching dalam mendukung proses pembelajaran, dengan bimbingan guru produktif yang handal.
Rizky Ramdhani Skom selaku kepala sub bagian program keahlian (progli) TKJ SMK Gajah Mada menambahkan, para siswa diajarkan mulai dasar jaringan komputer, administrasi sistem jaringan, hingga keamanan siber.
’’Bedanya, disini kami selalu menyelipkan filosofi , teknologi alat untuk menebar kebaikan. Serta kurikulum yang digunakan selalu diselaraskan dengan kebutuhan industri digital terkini,’’ terangnya.
Strategi memadukan imtaq (iman dan taqwa) serta iptek ini terbukti membuahkan hasil manis dengan diterimanya alumnus TKJ SMK Gajah Mada dalam prodi komputer di beberapa kampus ternama.
SMK Gajah Mada menggunakan pendekatan holistik.
’’Kami membuktikan, dari sekolah di naungan pondok pesantren berbasis agama juga dapat lahir calon–calon generasi arsitek jaringan masa depan. Mereka siap menjaga kedaulatan digital bangsa, tanpa kehilangan jati diri sebagai hamba yang beriman,’’ papar Devita. (dwi/jif)
Editor : Ainul Hafidz