Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Dinas P dan K Jombang Ungkap Ketimpangan Calon Kepala Sekolah, TK Paling Krisis

Wenny Rosalina • Selasa, 16 Juni 2026 | 07:04 WIB
SERIUS: Guru SD mengikuti pelatihan BCKS di SMPN 1 Jombang, Jumat (21/11). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
SERIUS: Guru SD mengikuti pelatihan BCKS di SMPN 1 Jombang, Jumat (21/11). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id –  Jumlah calon kepala sekolah di Jombang yang tersedia masih belum seimbang dengan kebutuhan di setiap jenjang pendidikan.

Pada jenjang SMP, stoknya melimpah, pada jenjang SD kekurangan dan TK tak ada stok sama sekali.

Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Sekolah Dasar Disdikbud Jombang, Heri Mujiono, mengatakan hasil pemetaan terbaru menunjukkan kebutuhan calon kepala sekolah di masing-masing jenjang tidak seimbang.

Untuk jenjang SMP, saat ini Disdikbud masih memiliki sekitar 30 orang yang telah memiliki sertifikat calon kepala sekolah dan siap dipromosikan apabila dibutuhkan.

Baca Juga: Pengusaha Toko Pakaian di Tembelang Meninggal Usai Loncat dari Jembatan Ploso Jombang

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan yang ada.

”Kalau SMP stoknya masih cukup banyak. Yang memiliki sertifikat calon kepala sekolah sekitar 30 orang dan kebutuhan saat ini tidak terlalu besar,” ujarnya.

Sebaliknya, kondisi berbeda terjadi pada jenjang SD. Meski juga memiliki sekitar 30 calon kepala sekolah bersertifikat, jumlah tersebut belum mampu menutup kebutuhan yang ada di lapangan.

Apalagi masih terdapat puluhan sekolah yang dipimpin pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah.

”Di SD justru kebutuhannya lebih besar. Saat ini masih ada sekitar 33 sekolah yang dipimpin Plt, sehingga kebutuhan kepala sekolah definitif masih cukup banyak,” katanya.

Kondisi paling mengkhawatirkan terjadi di jenjang Taman Kanak-kanak (TK) negeri.

Heri menyebut hingga saat ini tidak ada stok calon kepala sekolah yang siap ditugaskan.

”Untuk TK negeri justru yang paling berat. Ada sembilan lembaga dan stok calon kepala sekolah praktis tidak ada. Kemarin hanya ada satu orang yang memenuhi syarat dan akan kami proses dalam angkatan berikutnya,” jelasnya.

Menurut Heri, keterbatasan stok calon kepala sekolah tersebut menjadi salah satu pertimbangan Disdikbud dalam merencanakan pendidikan dan pelatihan calon kepala sekolah tahun ini.

Karena keterbatasan anggaran, jumlah peserta yang akan diikutkan dalam program calon kepala sekolah diperkirakan hanya sekitar 50 orang.

Baca Juga: Ribuan Lowongan Kerja Menanti, Bupati Warsubi Jemput Ekspansi Industri di Jombang

Pada pelaksanaan berikutnya, Disdikbud berencana memprioritaskan kebutuhan jenjang TK dan SD yang saat ini masih mengalami kekurangan calon kepala sekolah.

Sementara untuk SMP, kebutuhan dinilai masih dapat dipenuhi dari stok yang tersedia.

”Kemungkinan yang akan kami prioritaskan nanti bukan SMP, karena stoknya masih cukup. Yang lebih mendesak justru TK dan SD, TK itu kurang 9, stoknya tidak ada sama sekali,” ungkapnya.

Selain menyiapkan calon kepala sekolah baru, Disdikbud juga tengah melakukan penataan data dan masa jabatan kepala sekolah yang terintegrasi dengan sistem nasional.

Langkah ini diperlukan untuk memetakan sekolah yang membutuhkan kepala sekolah definitif sekaligus memastikan proses regenerasi kepemimpinan di satuan pendidikan berjalan sesuai regulasi.

”Yang terpenting sekarang adalah memastikan kebutuhan kepala sekolah di setiap jenjang dapat terpenuhi secara bertahap, sehingga pelayanan pendidikan tetap berjalan optimal,” pungkas Heri. (wen/fid)

Editor : Ainul Hafidz
#kepala sekolah #Calon kepala sekolah #SD #SMP #Jombang