JombangBanget.id – Pemkab Jombang masih berpacu dengan waktu untuk memenuhi kuota calon siswa Sekolah Rakyat jenjang SD.
Hingga pertengahan Juni, kuota jenjang itu masih kurang sekitar 20 siswa dari total kebutuhan 90 siswa.
Sementara kuota untuk jenjang SMP dan SMA terpenuhi.
Kepala Dinas Sosial Jombang Agung Hariadi melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinas Sosial Jombang Dheny Widiyastiti mengatakan, proses penjaringan calon peserta saat ini masih difokuskan pada jenjang SD.
Baca Juga: Pengusaha Toko Pakaian di Tembelang Meninggal Usai Loncat dari Jembatan Ploso Jombang
Sebab, kuota untuk jenjang SMP dan SMA sudah terpenuhi.
”Sekarang kami masih fokus ke SD karena kuotanya belum terpenuhi. Kurang sekitar 20 siswa dari total kuota 90 siswa,” katanya.
Masing-masing jenjang pendidikan, yakni SD, SMP, dan SMA, mendapatkan kuota 90 siswa. Namun, hanya jenjang SD yang hingga kini masih belum memenuhi target.
Sementara untuk SMP dan SMA, jumlah calon siswa yang berminat sebenarnya cukup banyak, tetapi tetap harus disesuaikan dengan kuota yang tersedia.
Pemenuhan kuota SD memang menjadi tantangan tersendiri. Kondisi serupa juga terjadi di sejumlah daerah lain yang menjalankan program Sekolah Rakyat.
Salah satu kendalanya, belum adanya persetujuan dari sebagian orang tua calon peserta.
Meski anak bersangkutan berminat mengikuti program tersebut, keputusan akhir tetap berada di tangan orang tua.
”Untuk SD memang agak susah. Ada anak yang berkenan, tetapi orang tuanya bisa jadi belum mau. Kami tidak bisa memaksa,” imbuhnya.
Terlebih, sebagian calon siswa masih berusia sekitar tujuh tahun. Pada usia itu, banyak orang tua yang masih merasa berat jika anaknya harus mengikuti pendidikan berasrama.
Baca Juga: Ribuan Lowongan Kerja Menanti, Bupati Warsubi Jemput Ekspansi Industri di Jombang
Selain itu, tim menemukan sejumlah anak putus sekolah yang menjadi sasaran utama program justru tidak memiliki minat untuk kembali bersekolah.
Padahal, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) serta Kantor Kemenag Jombang untuk mendapatkan rekomendasi calon peserta.
”Ada beberapa anak putus sekolah yang kami temui ternyata tidak berminat melanjutkan sekolah,” ujarnya.
Calon siswa Sekolah Rakyat tidak seluruhnya akan masuk di kelas 1 SD.
Penempatan kelas akan disesuaikan dengan riwayat pendidikan masing-masing anak. Bagi anak yang pernah putus sekolah, mereka akan ditempatkan sesuai jenjang terakhir yang pernah ditempuh.
”Jadi ada yang masuk kelas 3, kelas 5, dan sebagainya. Disesuaikan dengan kelas terakhir saat mereka putus sekolah,” jelasnya.
Pemkab Jombang menargetkan seluruh proses penjaringan calon siswa selesai pada akhir Juni. Sebab, tahun ajaran baru akan segera dimulai dan masih terdapat tahapan penetapan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati terkait siswa Sekolah Rakyat.
”Timeline dari Kementerian Sosial, akhir Juni semuanya harus selesai karena tahun ajaran baru sudah dimulai Juli,” katanya. (fid/ang)
Editor : Ainul Hafidz