Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

SPMB Jalur Domisili SMK di Jombang Ditutup, Jarak Rumah Masih Jadi Faktor Utama Kelulusan

Wenny Rosalina • Senin, 15 Juni 2026 | 08:40 WIB
LANCAR: Pelayanan SPMB di SMKN 1 Jombang, (13/6). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
LANCAR: Pelayanan SPMB di SMKN 1 Jombang, (13/6). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili jenjang SMA dan SMK di Jawa Timur telah resmi ditutup Jumat (12/6) pukul 21.00 WIB.

Pada jenjang SMK, persaingan calon murid masih sangat ketat karena penentuan kelulusan sepenuhnya didasarkan pada jarak domisili ke sekolah tujuan.

’’Sesuai dengan juknis dari Provinsi Jawa Timur, untuk jalur domisili SMK, pemeringkatan berdasarkan jarak domisili terdekat ke sekolah tujuan. Jika terdapat jarak yang sama, maka seleksi dilanjutkan berdasarkan usia calon murid yang lebih tua, kemudian waktu pendaftaran,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto.

Kuota jalur domisili untuk SMK ditetapkan sebesar 10 persen dari total daya tampung sekolah.

Baca Juga: Pilkades Serentak Jombang 2027 Diusulkan Rp 25 Miliar, DPRD Minta Dipangkas

Hasil seleksi menunjukkan, persaingan jarak rumah pada sejumlah program keahlian favorit masih sangat ketat.

Bahkan, selisih jarak antara peserta yang diterima paling dekat dan paling jauh tidak terlalu besar.

Di SMKN 1 Jombang, misalnya, pada Program Keahlian Manajemen Perkantoran, peserta yang lolos jalur domisili memiliki jarak rumah terdekat 285 meter dari sekolah. Sedangkan peserta dengan jarak terjauh yang masih diterima 833 meter.

Kondisi serupa terjadi di SMKN 3 Jombang. Pada Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan, peserta yang diterima memiliki jarak rumah terdekat 188 meter. Jarak terjauh hanya 461 meter dari sekolah.

’’Ini menunjukkan, jalur domisili SMK memang sangat ditentukan oleh kedekatan tempat tinggal dengan sekolah tujuan. Karena kuotanya terbatas, persaingan antarjarak rumah menjadi sangat ketat,’’ terangnya.

Sementara itu, mekanisme seleksi pada jalur domisili SMA berbeda dengan SMK.

Jika jumlah pendaftar melebihi kuota, maka pemeringkatan dilakukan berdasarkan Nilai Kemampuan Akademik yang merupakan gabungan nilai rapor 60 persen dan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 40 persen.

Jika nilainya sama, barulah dipertimbangkan jarak domisili, usia, dan waktu pendaftaran.

Pada hasil seleksi jalur domisili SMA, nilai peserta yang diterima bervariasi di setiap sekolah. Di SMAN 2 Jombang, nilai tertinggi yang lolos 92,07 dengan jarak rumah 1.897 meter.

Baca Juga: Efisiensi Anggaran, Dinas Perkim Jombang Pangkas Dana Pemeliharaan Trotoar hingga Segini

Sedangkan nilai terendah yang diterima 84,55 dengan jarak rumah 8.233 meter.

Di SMAN 3 Jombang, nilai tertinggi yang lolos 88,28 dengan jarak rumah 2.309 meter. Sementara nilai terendah 81,68 dengan jarak 1.105 meter.

Sedangkan di SMAN 1 Jombang, nilai tertinggi mencapai 84,10 dengan jarak rumah 6.120 meter. Nilai terendah 80,33 dengan jarak 2.278 meter.

Sedangkan di SMAN Mojoagung, nilai tertinggi peserta yang diterima 87,42 dengan jarak rumah 6.053 meter. Nilai terendah 79,61 dengan jarak 4.337 meter.

Di SMAN Jogoroto, nilai tertinggi yang lolos 84,55 dengan jarak rumah 3.520 meter. Nilai terendah 76,59 dengan jarak 1.726 meter.

Setelah penetapan hasil seleksi jalur domisili, calon murid yang dinyatakan diterima wajib melakukan daftar ulang pada 13 hingga 15 Juni 2026.

’’Setelah daftar ulang selesai, pendaftaran tahap kedua akan dibuka pada 17 dan 18 Juni melalui jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi hasil lomba,’’ ungkapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#smk #cabdindik jombang #spmb #Jombang #jalur domisili