Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Program Anak Asuh Tetap Berjalan, Siswa Miskin di Jombang Tak Boleh Tertinggal

Wenny Rosalina • Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:49 WIB
Ilustrasi program Anak Asuh. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)
Ilustrasi program Anak Asuh. (Ainul Hafidz/AI/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Program anak asuh yang selama ini menjadi salah satu upaya membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu akan terus berjalan di lingkungan SMA dan SMK negeri di Jawa Timur.

Meski hingga kini belum ada petunjuk teknis terbaru yang diterbitkan pemerintah, sekolah diminta tetap memberikan perhatian khusus kepada siswa yang menghadapi kendala ekonomi. 

’’Program anak asuh akan terus bergulir. Diperintah atau tidak, setiap sekolah punya kewajiban untuk ngopeni anak-anak yang mengalami kesulitan ekonomi,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, (10/6).

Kepedulian terhadap siswa kurang mampu merupakan tanggung jawab bersama seluruh satuan pendidikan.

Baca Juga: Binrohtal: Jangan Remehkan Siapa Pun, Bisa Jadi Dia Wali Allah

’’Siswa tidak mampu yang sudah diterima di sekolah tertentu, apa pun kendalanya menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan bapak ibu guru di sekolah tersebut,’’ terangnya.

Yang penting orang tua juga harus menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada lembaga agar bisa lebih diperhatikan dan dicarikan solusi.

Pendidikan merupakan jalan paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan yang masih dialami sebagian masyarakat.

’’Kemiskinan hanya bisa diputus mata rantainya melalui pendidikan yang baik. Itu sudah menjadi rumus yang tidak bisa ditawar lagi,’’ tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Dinas Pendidikan Provinsi Jatim sering menyampaikan program anak asuh tersebut.

’’Kami sering mendapatkan pesan yang sama berulang-ulang dan kami yakin program itu tetap kami laksanakan,’’ ungkapnya.

Terkait penetapan kuota atau kewajiban masing-masing sekolah untuk membina sejumlah siswa kurang mampu, masih menunggu pemetaan setelah proses penerimaan murid baru selesai.

’’Kita belum tahu petanya seperti apa. Tapi saya yakin perhatian kepada anak-anak yang membutuhkan pasti tetap ada,’’ tandasnya.

Semangat utama yang harus dipegang seluruh sekolah, memastikan tidak ada satu pun anak yang kehilangan kesempatan memperoleh pendidikan hanya karena keterbatasan ekonomi.

Baca Juga: Mutasi 44 Kepala Sekolah di Jombang, Ternyata 18 Masih Berstatus Plt, Berikut Daftarnya

’’Prinsipnya harus diopeni. No child left behind begitu yang sering kali dikatakan Bu Gubernur Khofifah. Tidak boleh ada satu pun anak yang tertinggal. Perintah atau tidak, kami meyakini perhatian terhadap anak-anak yang kurang mampu harus terus dilakukan. Dan kami menganggap arahan yang pernah disampaikan sebelumnya tetap menjadi pegangan,’’ paparnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#anak asuh #siswa miskin #cabdindik jombang #Jombang #sma/smk