Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Persaingan SPMB SMA di Jombang Kian Ketat, Nilai Akademik Kalahkan Faktor Jarak

Wenny Rosalina • Jumat, 12 Juni 2026 | 07:02 WIB
Ilustrasi SPMB SMA/SMK. (Radar Bojonegoro)
Ilustrasi SPMB SMA/SMK. (Radar Bojonegoro)

JombangBanget.id – Persaingan pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jalur domisili reguler SMA di Kabupaten Jombang berlangsung ketat.

Nilai kemampuan akademik menjadi penentu utama dalam pemeringkatan.

Sementara jarak rumah hanya digunakan sebagai penentu apabila nilai peserta sama.

Nilai kemampuan akademik terdiri dari rata-rata nilai rapor 60 persen dan nilai TKA 40 persen.

Baca Juga: Bukan Karena Nilai, Ini Alasan Tiga Siswa SD di Jombang Dinyatakan Tidak Lulus

’’Domisili dengan zonasi memang sudah berbeda. Zonasi diksi masa lalu. Sekarang yang dipakai domisili, yang jadi patokan tidak hanya jarak, tapi nilai,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto.

Sistem seleksi jalur domisili reguler saat ini mengutamakan nilai akademik. Hal itu terlihat dari data sementara pemeringkatan di sejumlah SMA negeri favorit di Jombang.

Hingga pukul 15.00 WIB, di SMAN 2 Jombang, pada jalur domisili reguler dengan kuota 19 persen untuk calon siswa dalam rayon, peserta dengan nilai tertinggi menempati peringkat pertama meski jarak rumahnya mencapai 1.897 meter dari sekolah.

Siswa tersebut memiliki nilai kemampuan akademik 92,07.

Sementara peserta yang berada di batas bawah kuota sementara memiliki nilai 83,74 dengan jarak rumah hanya 335 meter dari sekolah.

’’Ini menunjukkan, jarak tidak lagi menjadi faktor dominan dalam pemeringkatan jalur domisili. Yang utama nilai kemampuan akademik,’’ terangnya.

Kondisi serupa juga terlihat di SMAN 3 Jombang. Peserta dengan nilai tertinggi tercatat memperoleh nilai 87,20 meski jarak rumahnya mencapai 3.496 meter.

Sedangkan peserta dengan nilai terendah yang masih masuk dalam kuota sementara memiliki nilai 81,07 dengan jarak rumah 6.040 meter.

Baca Juga: Anas Burhani Pimpin DPC PKB Jombang, Siap Perkuat Konsolidasi hingga Akar Rumput

Menurut Eko, pola yang sama terjadi di berbagai SMA negeri lainnya di Kabupaten Jombang. Peserta dengan nilai akademik tertinggi akan menempati urutan teratas tanpa mempertimbangkan jarak domisili.

Meski demikian, jarak rumah tetap memiliki peran sebagai faktor pembeda ketika terdapat nilai yang sama persis.

Jika dua peserta memiliki nilai identik, maka sistem akan memprioritaskan peserta dengan jarak rumah yang lebih dekat ke sekolah tujuan.

Hal tersebut tampak pada data sementara di SMAN 1 Jombang.

Pada pukul 15.00 WIB, peserta yang menempati peringkat kedua dan ketiga dari bawah sama-sama memiliki nilai 79,76.

Namun peserta dengan jarak rumah 3.056 meter berada di posisi lebih tinggi dibanding peserta dengan jarak 7.611 meter.

Kondisi serupa juga terjadi di SMAN 3 Jombang. Dua peserta yang berada di posisi kedua dan ketiga dari bawah sama-sama mengantongi nilai 81,17.

Namun peserta dengan jarak rumah 856 meter menempati peringkat lebih tinggi dibanding peserta yang berjarak 7.938 meter dari sekolah.

’’Apabila nilai dan jarak rumah sama persis, maka seleksi akan dilanjutkan menggunakan kriteria usia,’’ jelasnya.

Peserta yang berusia lebih tua akan diprioritaskan dalam pemeringkatan.

’’Jika masih sama juga, maka waktu mendaftar yang lebih awal yang akan diprioritaskan,’’ ucapnya.

Baca Juga: Serangan Hama dan Penyakit Padi Capai 123,8 Hektare, Petani Jombang Diminta Waspada

Hasil pemeringkatan yang saat ini terlihat masih bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu karena proses pendaftaran masih berlangsung.

’’Pemeringkatan masih terus bergerak sampai batas akhir pendaftaran pada 12 Juni pukul 21.00 WIB. Pengumuman resmi hasil seleksi akan dilakukan pada 13 Juni 2026 pukul 08.00 WIB,” ungkapnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#nilai akademik #sma #jalur zonasi #spmb #Jombang