JombangBanget.id – Tahap pengambilan PIN Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK negeri secara online telah ditutup kemarin (9/6). Total 10.749 calon siswa telah mengantongi PIN untuk pendaftaran. Verifikasi dan validasi (verval) berkas terakhir, Rabu (10/6).
’’Sebanyak 10.749 calon siswa telah memperoleh PIN. Sementara 9.878 calon siswa telah menyelesaikan proses verifikasi dan validasi berkas,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, kemarin.
Pengambilan PIN oleh calon murid baru berlangsung mulai 28 Mei sampai 9 Juni secara online. Sedangkan verifikasi dan validasi dokumen oleh operator SMA dan SMK negeri berlangsung mulai 29 Mei sampai 10 Juni 2026.
Baca Juga: Pengambilan PIN SPMB Berakhir, Berikut Jadwal Lengkap Pendaftaran SMA/SMK Negeri di Jombang 2026
Pelaksanaan pendaftaran tahap 1 jalur domisili SMA/SMK pada 11-12 Juni. Tahap 2 jalur afirmasi, mutasi dan jalur prestasi hasil lomba SMA/SMK pada 17-18 Juni. Tahap 3 jalur nilai prestasi akademik SMA 24-25 Juni. Dan tahap terakhir jalur nilai prestasi akademik SMK dibuka 30 Juni sampai 1 Juli.
’’Pelaksanaan verval hingga menjelang penutupan berlangsung relatif lancar,’’ ucap Eko. Antrean calon siswa yang datang ke sekolah-sekolah penyelenggara layanan juga terus menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.
’’Hasil evaluasi di lapangan, jumlah antrean sudah mulai kecil,’’ ujarnya. Rata-rata per sekolah hanya sekitar 10 sampai 20 orang.
Baca Juga: Pengambilan PIN SPMB SMA/SMK di Jombang Dibatasi 200 Orang per Hari, Berikut Alasannya
Tidak ada kendala berarti yang ditemukan selama proses pengambilan PIN maupun verifikasi berkas. Sistem yang diterapkan saat ini calon siswa mengajukan PIN secara mandiri melalui sistem online. Kemudian baru melakukan verifikasi dan validasi secara offline pada SMA SMK yang terdekat dengan domisilinya yang telah ditentukan di sistem SPMB Jatim.
Dengan mekanisme tersebut, distribusi layanan menjadi lebih merata dan tidak menumpuk di sekolah tertentu. Setiap sekolah memiliki kuota layanan hingga 200 calon siswa per hari.
’’Kuota layanan dibatasi 200 per hari, tetapi beberapa hari terakhir jumlah yang datang bahkan tidak sampai 20 orang,’’ jelasnya.
Eko juga menyoroti proses verifikasi bagi calon siswa yang berasal dari madrasah. Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, proses entri data madrasah kini semakin baik sehingga kendala yang muncul saat verifikasi semakin berkurang.
’’Untuk siswa madrasah alhamdulillah semakin baik. Sekolah juga sudah paham bagaimana melakukan entri data, termasuk memasukkan rerata nilai agama. Jadi saat verifikasi tidak terlalu bermasalah, hanya ada beberapa yang kurang pas,’’ bebernya.
Hingga kemarin tidak ada informasi terkait perpanjangan waktu pengambilan PIN dan verifikasi dan validasi berkas. ’’Kita masih mengacu pada jadwal awal,’’ ucapnya. (wen/jif)
Editor : Achmad RW