Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Program Seragam Gratis untuk 46 Ribu Siswa Jombang Mulai Dipersiapkan, Penjahit Diseleksi

Azmy endiyana Zuhri • Selasa, 9 Juni 2026 | 07:49 WIB
Ilustrasi seragam gratis untuk siswa. (Radar Jombang)
Ilustrasi seragam gratis untuk siswa. (Radar Jombang)

JombangBanget.id – Program seragam gratis bagi peserta didik baru SD/MI dan SMP/MTs negeri maupun swasta di Kabupaten Jombang terus dimatangkan.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P&K) Jombang kini mulai menjalankan proses pengadaan kain sekaligus menyiapkan jaringan penjahit untuk memenuhi kebutuhan puluhan ribu siswa.

Kepala Dinas P&K Jombang Wor Windari mengatakan, pengadaan kain seragam sudah berjalan dan ditargetkan seluruh bahan dapat disalurkan kepada penjahit pada Juli mendatang.

”Proses pengadaan kain sudah berjalan. Target kami bulan Juli seluruh kain sudah bisa diserahkan kepada penjahit untuk segera dikerjakan,” ujarnya.

Baca Juga: Pengambilan PIN SPMB Berakhir, Berikut Jadwal Lengkap Pendaftaran SMA/SMK Negeri di Jombang 2026

Tahun ini, Pemkab Jombang menyiapkan kain seragam untuk sekitar 46 ribu peserta didik baru. Rinciannya, sebanyak 20 ribu siswa SD/MI dan 26 ribu siswa SMP/MTs.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab mengalokasikan anggaran pengadaan kain seragam SD/MI sebesar Rp 3,51 miliar. Sementara pengadaan kain seragam SMP/MTs mencapai Rp 5,347 miliar.

”Seragam diperuntukkan untuk sekitar 46 ribu peserta didik baru,” imbuhnya.

Selain pengadaan kain seragam, pemerintah juga menganggarkan biaya jasa jahit dua setel seragam bagi siswa penerima program. Untuk jenjang SD/MI, anggaran jasa jahit mencapai Rp 5,374 miliar.

Sedangkan untuk SMP/MTs sebesar Rp 5,98 miliar.

Wor menjelaskan, saat ini pihaknya juga mulai mengidentifikasi calon koordinator penjahit yang akan terlibat dalam program tersebut. Penunjukan koordinator dilakukan melalui mekanisme e-katalog, namun tetap disertai survei lapangan.

”Kami harus mengetahui kemampuan produksi yang dimiliki masing-masing koordinator penjahit. Dari situ akan diketahui berapa kapasitas pekerjaan yang bisa diberikan,” terangnya.

Menurut dia, survei juga dilakukan untuk memastikan koordinator penjahit memiliki kemampuan manajerial dan profesionalisme yang memadai sehingga pengerjaan seragam tidak mengalami hambatan.

”Koordinator penjahit yang dipilih harus benar-benar profesional sesuai harapan. Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan lancar dan hasilnya sesuai standar,” tegasnya.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Permainan Tradisional Jadi Idola

Ia mengungkapkan, volume pekerjaan pada program tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun lalu. Jika sebelumnya siswa hanya menerima seragam nasional gratis, kini bantuan juga mencakup seragam pramuka.

”Jumlah pekerjaan tahun ini hampir dua kali lipat karena selain seragam nasional juga ada seragam pramuka. Tentu persiapannya harus lebih matang,” katanya.

Karena itu, Dinas P&K memilih memperketat proses persiapan sejak awal. Mulai pengadaan kain, penentuan koordinator penjahit hingga pemetaan kapasitas produksi dilakukan lebih detail agar distribusi seragam kepada siswa berjalan tepat waktu.

”Kami tidak ingin ada kendala di kemudian hari. Semua harus dipersiapkan dengan baik sehingga program seragam gratis bisa berjalan sesuai target dan manfaatnya dapat dirasakan siswa saat tahun ajaran baru,” pungkasnya. (yan/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#siswa Jombang #seragam gratis #Jombang #Dinas P dan K Jombang #Penjahit