JombangBanget.id – Sejumlah madrasah di Kabupaten Jombang memperoleh bantuan rehabilitasi sarana dan prasarana melalui berbagai skema PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat).
Bantuan mayoritas diterima MI dan MTs swasta.
’’Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Jombang berperan melakukan pendampingan agar data dan dokumen yang dibutuhkan dalam proses pengajuan maupun pelaksanaan program dapat terpenuhi,’’ kata Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Jombang, Nur Khojin.
Bantuan rehabilitasi madrasah selama ini disalurkan melalui beberapa jalur. Untuk madrasah negeri, bantuan dapat diperoleh melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Baca Juga: Student Journalism Jombang: Hobi Berbuah Prestasi
Sementara untuk madrasah swasta, salah satunya melalui program PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) yang merupakan bagian dari program prioritas pemerintah pusat.
Kemenag Kabupaten Jombang tidak bertindak sebagai satuan kerja pelaksana pembangunan maupun tim pelaksana kegiatan.
Peran Kemenag lebih difokuskan pada pendampingan madrasah dalam menyiapkan berbagai persyaratan administrasi yang dibutuhkan.
’’Peran kami membersamai madrasah untuk melakukan pembaruan data pada aplikasi SIM Sarpras serta melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan,’’ terangnya.
Sehingga ketika ditunjuk oleh kementerian dan ditindaklanjuti oleh Kementerian Pekerjaan Umum, tidak ada kendala dari sisi administrasi.
Pendampingan tersebut meliputi penyusunan dokumen awal, kelengkapan proposal, hingga pemenuhan berbagai data yang diminta oleh Kementerian Agama maupun Kementerian Pekerjaan Umum.
Langkah tersebut dilakukan agar proses pelaksanaan bantuan dapat berjalan lancar dan sesuai ketentuan.
Ada sejumlah madrasah yang tahun ini menerima program PHTC. Di antaranya, MI KH Sundusin Sidomulyo, Kecamatan Megaluh.
MI Nizhomiyah Ploso. MTs Al Hikam, Jatirejo, Diwek. MTs Al Ma’arif, Brudu, Sumobito. MIS Sulaimaniyah, Mojoagung. RA Perwanida Kecamatan Gudo. Serta MIN 1 Jombang.
Baca Juga: Wayang Topeng Jatiduwur Jombang, Warisan Sastra Panji yang Mendunia dan Tetap Lestari
Setiap lokasi mendapatkan penanganan yang disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing lembaga. Karena itu, besaran anggaran yang diterima tidak selalu sama.
’’Total anggarannya saya kurang tahu karena dokumennya tersimpan di masing-masing titik. Setiap lokasi sepertinya tidak sama, tergantung tingkat kebutuhan dan bagian yang perlu mendapatkan penanganan,’’ ungkapnya.
Melalui program tersebut, Kemenag berharap kondisi sarana dan prasarana madrasah di Jombang semakin baik sehingga mampu mendukung proses pembelajaran yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi para siswa. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz