Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Belajar Layaknya Dunia Kerja, Siswa SMK YPM 14 Sumobito Jombang Digembleng Lewat Teaching Factory

Dwi Aris Supriyanto • Rabu, 3 Juni 2026 | 07:15 WIB
Kepala SMK YPM 14 Sumobito, Drs Keman.
Kepala SMK YPM 14 Sumobito, Drs Keman.

JombangBanget.id - SMK YPM 14 Sumobito, Jombang mewujudkan cita-cita yang direalisasikan melalui pembiasaan ibadah, disiplin industri, dan kompetensi vokasi yang dilakukan setiap hari.

SMK YPM 14 Sumobito tidak memisahkan antara kecanggihan teknologi dan kekuatan iman dengan menerapkan keunggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) plus Iman dan Takqa (IMTAQ) sebagai distingsi utama.

”Program Kecakapan Penerapan Ibadah (KPI) membekali siswa tidak hanya dengan skill teknis, tetapi juga kemampuan memimpin salat berjamaah, khutbah Jumat, hingga merawat jenazah. Lulusan sekolah ini adalah ’santri-teknisi’ profesional di bengkel atau lab, maupun pemimpin di masjid,” urai Kepala SMK YPM 14 Sumobito, Drs Keman.

SMK YPM 14 Sumobito menerapkan budaya industri melalui program Teaching Factory (TeFa), bengkel dan laboratorium sekolah beroperasi layaknya industri nyata.

Baca Juga: Mengintip Keunggulan SMK YPM 14 Sumobito, Sekolah Vokasi Berakreditasi A di Jombang

Siswa melayani pelanggan, memproduksi karya, dan bekerja sesuai SOP industri. Budaya 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, Rajin), 3S (Senyum, Salam, Sapa), dan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L) diterapkan setiap hari.

Selain praktik di sekolah, siswa juga menjalani PKL (magang) enam bulan pada semester tiga dan empat di perusahaan mitra, sehingga mereka memiliki pengalaman kerja industri yang nyata ketika lulus.

Budaya organisasi YPM yang dirumuskan dalam Catur Wiguna yakni empat kegunaan nilai yang menjaga lembaga tetap bermanfaat, bermutu, tertib, dan inovatif.

Berlandaskan moto Berilmu, Beramal, Bertaqwa dan semangat khoirunnas anfauhum linnas.

Budaya ini tercermin dalam berbagai program nyata meliputi home visit wali kelas, beasiswa siswa yatim, lomba inovasi guru, hingga gerakan lingkungan Clean and Tidy.

”Kami menginginkan SMK YPM 14 Sumobito bukan hanya sekadar menjadi unit pendidikan, ia adalah ruang pembentukan manusia yang berguna,” tutur Keman.

Salah satu agenda pengembangan utama SMK YPM 14 Sumobito ke depan, penguatan program Teaching Factory (TeFa). Pengembangan ini mencakup tiga arah sekaligus.

Yakni digitalisasi sistem TeFa melalui platform pemesanan layanan dan logbook online berbasis teknologi web.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Bahaya Tidur Subuh

Perluasan jangkauan layanan TeFa kepada masyarakat umum sehingga bengkel dan laboratorium sekolah tidak hanya melayani kebutuhan internal tetapi menjadi unit jasa yang memberi manfaat nyata bagi warga sekitar.

Serta sinkronisasi kurikulum TeFa secara berkala bersama mitra Industri dan Dunia Kerja (IDUKA) agar kompetensi yang diajarkan selalu selaras dengan kebutuhan industri terkini.

Melalui digitalisasi TeFa, siswa tidak hanya belajar memperbaiki kendaraan atau membangun jaringan, mereka juga berlatih mengelola sistem informasi layanan secara langsung.

”Hal ini merupakan wujud nyata visi sekolah yakni mencetak lulusan yang tidak sekadar terampil secara teknis, namun juga siap memimpin dan berinovasi di era digital,” urainya. (dwi/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#smk ypm 14 sumobito #Jombang #dunia kerja #teaching factory