JombangBanget.id - MAN 3 Jombang di bawah naungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas menggelar workshop penguatan kompetensi guru dalam mendesain pembelajaran berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS), Senin (18/5).
Kegiatan ini digelar sebagai upaya meningkatkan kualitas pembelajaran sekaligus mempersiapkan siswa menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) yang diperkirakan digelar lebih awal tahun ini.
Kegiatan ini diikuti 93 guru dari 4 jurusan dan dibuka Plh Kepala MAN 3 Jombang KH M Syifa’ Malik, MPdI.
Para peserta dibagi dalam empat kelas, yakni kelompok matematika, IPA, IPS dan bahasa.
Baca Juga: JATMAN Jatim Gaungkan Dakwah Tasawuf Digital di Jombang, Santri Diajak Kuasai Media Sosial
”Workshop ini sebagai ikhtiar menjaga kualitas MAN 3 Jombang, saya harap peserta serius mengikuti workshop agar dapat mendesain dan mengenalkan jenis-jenis soal dengan level yang lebih tinggi (HOTS),” terang Gus Syifa’.
Sementara itu, Narasumber workshop, Prof Dr H Nur Ali MPd menjelaskan, MAN sebagai lembaga pendidikan negeri harus mampu merespons kebijakan pemerintah, termasuk penerapan TKA sebagai instrumen peningkatan kompetensi siswa.
”Tujuannya menaikkan grade pola pikir siswa dari rendah menjadi tinggi. Anak-anak nanti ketika menerima informasi bisa mengolah dengan baik dan tidak gampang terkena hoaks,” ujarnya.
Dalam workshop tersebut, guru diberikan materi penyusunan instrumen soal berbasis HOTS sesuai bidang masing-masing.
Menurutnya, pola pembelajaran saat ini tidak lagi berhenti pada level memahami atau mengaplikasikan materi.
”Kalau sebelumnya masih banyak di level C1, C2, C3, sekarang kita naikkan ke C4, C5, C6. Siswa dilatih untuk menganalisis, mensintesa, dan mengevaluasi informasi,” katanya ketua senat UIN Malik Ibrahim Malang ini.
Ia menyebut peningkatan kompetensi itu difokuskan pada guru matematika, IPA, IPS dan bahasa Inggris yang menjadi mata pelajaran prioritas dalam kebijakan TKA pemerintah.
”Guru tidak hanya diberi pemahaman, tapi juga praktik menyusun soal HOTS yang nantinya diterapkan langsung di kelas,” tutur anggota Komite MAN 3 Jombang ini.
Prof Nur Ali berharap pelatihan tersebut berdampak langsung pada kemampuan berpikir kritis siswa.
Baca Juga: Kasus Bayi Dibuang di Jogoroto Jombang Terkuak, Ibu dan Ayahnya Masih Berstatus Pelajar
Dengan terbiasa menghadapi soal level tinggi, siswa dinilai lebih mampu memilah informasi berdasarkan data dan fakta.
”Salah satu ciri berpikir tingkat tinggi itu setiap informasi harus punya dasar teori, data dan fakta. Jadi siswa tidak gampang percaya hoaks atau menyebarkan informasi yang tidak jelas,” tandasnya.
Dengan itu, diharapkan setelah ini sejumlah soal ujian yang dilaksanakan di MAN 3 Jombang baik di tahapan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) atau di Asesmen Sumatif Akhir Tahun (ASAT) akan menerapkan system soal yang telah ditentukan.
”Kita naikkan semua standar ujian untuk siswa juga sebagai bentuk implementasinya setelah ini,’’ pungkasnya. (riz/ang)
Editor : Ainul Hafidz