Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemkab Jombang Libatkan Desa, soal Rekrutmen Calon Siswa Sekolah Rakyat

Anggi Fridianto • Selasa, 19 Mei 2026 | 08:45 WIB
BELUM RAMPUNG: Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kamis (14/5). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
BELUM RAMPUNG: Pembangunan gedung Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, Kamis (14/5). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Pemkab Jombang mengebut rekrutmen calon siswa Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran baru Juli mendatang meski gedung belum siap.

Agar program pendidikan gratis ini benar-benar menyasar keluarga miskin, pemerintah desa (pemdes) dilibatkan dalam proses penjangkauan.

Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos) Dinsos Jombang Dheny Widiyastiti menegaskan, keterlibatan pemdes penting untuk memastikan penerima sesuai kriteria pemerintah pusat.

”Tentu kita melibatkan pemdes guna memastikan program pendidikan ini tepat sasaran,” ujarnya.

Baca Juga: JATMAN Jatim Gaungkan Dakwah Tasawuf Digital di Jombang, Santri Diajak Kuasai Media Sosial

Mekanisme penjangkauan dilakukan bersama Pendamping Keluarga Harapan (PKH) dengan arahan kepala desa maupun lurah setempat.

”Dalam prosesnya juga bisa dilakukan sosialisasi,” tambahnya.

Sasaran utama program SR adalah anak-anak dari kelompok masyarakat desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).

“Program Sekolah Rakyat ini memang diperuntukkan bagi anak-anak terlantar dan putus sekolah. Jadi tidak mengambil siswa yang saat ini masih aktif bersekolah,” tegas Dheny.

Sementara itu, pembangunan gedung baru SR di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, terus dikebut. Gedung tersebut diproyeksikan menampung hingga 1.000 siswa.

”Masih dalam pembangunan, kapasitasnya adalah 1.000 siswa,” ungkap Dheny.

Kepala Sekolah SR Terintegrasi 8 Jombang Andik Minarto menambahkan, saat ini ada 100 siswa jenjang SMP dan SMA yang bersekolah di SR Desa Mancilan, Mojoagung. Jika ditambah 270 siswa baru, total peserta didik menjadi 370.

”Kami siap dari sisi pembelajaran maupun pengelolaan asrama untuk semua jenjang,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, penambahan kuota siswa baru Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Jombang tahun ajaran 2026/2027 sebanyak 270 siswa memunculkan persoalan baru.

Baca Juga: Kasus Bayi Dibuang di Jogoroto Jombang Terkuak, Ibu dan Ayahnya Masih Berstatus Pelajar

Gedung sementara SR di SKB Mojoagung dipastikan tidak mampu menampung lonjakan jumlah siswa.

Di sisi lain, pembangunan gedung permanen SR di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang masih jauh dari kata rampung. Hingga awal Mei realisasi pembangunan baru tercapai sekitar 58 persen.

”Kami sudah koordinasi dengan pihak proyeknya, disampaikan progresnya itu 58 persen,’’ terangnya, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi, Jumat (8/5).

Menyikapi hal itu, Pemkab Jombang bergerak cepat dengan mendatangi Kementerian Sosial (Kemensos) untuk memastikan proyek rampung sebelum tahun ajaran baru dimulai Juli mendatang.

Kepala Dinas Sosial Jombang, Agung Hariadi, menyebut dirinya mendampingi Bupati Jombang Warsubi melakukan koordinasi langsung dengan Kemensos pada Senin (11/5).

Dari hasil pertemuan di sana dijamin pembangunan selesai saat tahun ajaran baru. Kewenangan (pembangunan gedung permanen) memang ada di Kemensos dan Kementerian PU,” ujarnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#proyek sekolah rakyat #siswa #Jombang #Dinsos Jombang #Sekolah Rakyat