JombangBanget.id – Program revitalisasi Sekolah Dasar (SD) di Jombang tahun ini diprioritaskan untuk rehabilitasi ruang kelas yang mengalami kerusakan.
Sejumlah sekolah juga mendapatkan pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas penunjang.
Seperti ruang perpustakaan, ruang administrasi, ruang guru, toilet, hingga UKS.
’’Pemerintah pusat lebih memfokuskan anggaran pada kebutuhan dasar sekolah yang mendesak,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Rhendra Kusuma, melalui Kasi Pengembangan dan Sarana Prasarana, Ahmad Jalalludin.
Baca Juga: Karateka Jombang Sabet Tiga Medali di Kejurnas PB FORKI Bandung 2026
Beberapa usulan pembangunan fasilitas lain seperti laboratorium sebenarnya sempat muncul dalam pendataan.
Namun, karena keterbatasan anggaran dari pemerintah pusat, usulan tersebut akhirnya tidak masuk dalam daftar penerima bantuan revitalisasi.
’’Yang lain juga ada pembangunan, termasuk pembangunan UKS. Tapi untuk laboratorium tidak ada, karena dari pusat dihapus. Mungkin karena keterbatasan anggaran,’’ terangnya.
Tidak semua sekolah yang mengajukan pembangunan fasilitas tertentu otomatis mendapatkan bantuan.
Sebab, penentuan penerima program revitalisasi sepenuhnya mengacu pada data kondisi sarana dan prasarana yang diinput sekolah melalui Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
”Data itu diambil dari hasil input sarana-prasarana oleh operator sekolah di Dapodik, bukan dari rekomendasi,’’ jelasnya.
Meski terdapat aspirasi atau usulan dari berbagai pihak, termasuk dewan, dasar utama penentuan tetap berasal dari data Dapodik.
Jika tingkat kerusakan atau kebutuhan pembangunan tidak tercatat dalam sistem, maka sekolah tidak dapat diproses untuk mendapatkan bantuan.
’’Kalau di Dapodik sekolah tidak muncul tingkat kerusakannya maupun kekurangan pembangunan, otomatis tidak bisa dipanggil. Dasar uatamnya data yang ada di Dapodik,” tegasnya.
Baca Juga: Kelulusan Siswa SMP di Jombang Ditentukan PSAJ, Sekolah Punya Otonomi Penuh
Selain rehab ruang kelas, beberapa sekolah juga memperoleh bantuan pembangunan toilet dan UKS. Namun jumlahnya terbatas dan disesuaikan dengan hasil verifikasi kebutuhan berdasarkan data yang masuk ke sistem pusat.
Ada delapan SD Negeri yang telah ditetapkan masuk gelombang III program revitalisasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Rinciannya, SDN Jombang 4, SDN Kepanjen 1, SDN Wonosalam 5, SDN Kebokembang 1, SDN Made, SDN Sukoiber 1, SDN Mojokambang 2, dan SDN Kalikejambon.
Sayangnya, soal detil anggaran ia belum bisa menjelaskan secara rinci.
’’Detail bantuannya sekaligus detail anggaran belum final karena masih proses verifikasi dari kementerian,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz