Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Kelulusan Siswa SMP di Jombang Ditentukan PSAJ, Sekolah Punya Otonomi Penuh

Wenny Rosalina • Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:35 WIB
KONSENTRASI: Siswa  SMPN 2 Gudo, Jombang saat mengikuti  Pelaksanaan PSAJ, Rabu (13/5). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
KONSENTRASI: Siswa SMPN 2 Gudo, Jombang saat mengikuti Pelaksanaan PSAJ, Rabu (13/5). (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

JombangBanget.id Asesmen akhir jenjang atau Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) tingkat SMP di Kabupaten Jombang menjadi salah satu penentu kelulusan.

Teknis pelaksanaannya diserahkan kepada masing-masing satuan pendidikan.

’’Kelulusan ditentukan sekolah masing-masing. Banyak komponen yang menjadi pertimbangan, termasuk hasil asesmen akhir jenjang,’’ kata Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Eko Sisprihantono.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang tidak menetapkan aturan baku terkait teknis pelaksanaan maupun persentase penilaian kelulusan.

Baca Juga: Razia Rokok Ilegal di Jombang, 377 Bungkus Tanpa Cukai Disita Petugas

Sekolah memiliki kewenangan penuh dalam menentukan mekanisme asesmen hingga kriteria kelulusan siswa.

’’Dinas juga tidak memberikan ketentuan khusus terkait persentase nilai rapor dan PSAJ dalam penentuan kelulusan,’’ terangnya.

Setiap sekolah memiliki kebijakan berbeda yang disesuaikan dengan kurikulum satuan pendidikan masing-masing.

’’Persentase nilai rapor dan asesmen itu tidak ada arahan khusus dari dinas. Semua diserahkan ke satuan pendidikan,’’ ungkapnya.

Termasuk dalam pelaksanaan PSAJ atau asesmen akhir jenjang, sekolah juga diberi keleluasaan menentukan metode pelaksanaan, baik berbasis daring, tertulis, maupun praktik.

’’Teknis pelaksanaannya diserahkan ke sekolah. Karena kondisi tiap sekolah berbeda-beda,’’ tambahnya.

Kelulusan SMP diumumkan serentak pada 2 Juni mendatang.

’’Selama memenuhi syarat kelulusan, biasanya siswa diluluskan,’’ ucapnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 2 Gudo, Joko Prajitno, mengatakan, sekolahnya memilih melaksanakan PSAJ menggunakan komputer penuh.

Baca Juga: Engineering Asal Jombang Ini Tembus Industri Dirgantara Jerman, Kini Pilih Pulang Kampung

Kebijakan itu diambil setelah berkaca dari pelaksanaan sebelumnya yang masih menggunakan telepon genggam. PSAJ di SMPN 2 Gudo dilaksanakan pada 6-13 Mei.

’’Kalau pakai HP, anak-anak masih bisa membuka google atau mengirim jawaban ke temannya. Sekarang kami pakai komputer semua supaya lebih terkontrol,’’ katanya.

Sistem komputer yang digunakan dibuat menyerupai pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA). Saat siswa mencoba membuka aplikasi lain atau mesin pencarian, sistem otomatis kembali ke halaman awal.

’’Kalau membuka Google langsung mati dan kembali ke awal lagi,’’ ucapnya.

SMPN 2 Gudo menyiapkan tiga laboratorium komputer dengan kapasitas 30 perangkat di tiap laboratorium.

Jumlah peserta dalam satu ruangan dibatasi agar siswa lebih nyaman saat mengerjakan asesmen.

Tahun ini terdapat 156 siswa yang mengikuti PSAJ di sekolah tersebut. Sekolah tetap melaksanakan ujian praktik untuk beberapa mata pelajaran seperti olahraga, seni rupa, IPA, dan Bahasa Jawa.

”Pelaksanaan praktik kami serahkan ke guru mata pelajaran masing-masing. Bentuknya fleksibel menyesuaikan proses pembelajaran,” ungkapnya.

Sekolah menetapkan komposisi nilai kelulusan sebesar 50 persen dari nilai PSAJ dan 50 persen dari nilai rapor semester satu hingga enam.

’’Itu juga supaya tidak memberatkan siswa,’’ ujarnya.

Kebijakan itu sudah ditetapkan sejak awal tahun ajaran dalam Kurikulum Satuan Pendidikan (KSP). (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#Kelulusan #PSAJ #siswa smp #SMP #Jombang