Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Pemkab Jombang Sisir 58 Ribu Data Calon Siswa Sekolah Rakyat, Kuota Hanya 270 Anak

Anggi Fridianto • Selasa, 12 Mei 2026 | 08:20 WIB
TERUS DIKEBUT: Pembangunan gedung SR di Desa Tunggorono, Jombang terus dikebut. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
TERUS DIKEBUT: Pembangunan gedung SR di Desa Tunggorono, Jombang terus dikebut. (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, Pemkab Jombang mulai bekerja ekstra melakukan penjangkauan calon peserta didik Sekolah Rakyat (SR) yang sudah ditetapkan Kemensos sebanyak 207 siswa.

Petugas Dinas Sosial (Dinsos) turun langsung ke rumah warga untuk verifikasi data calon siswa di tengah potensi molornya pembangunan gedung permanen di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.

”Saat ini masih proses penjangkauan siswa SR,’’ ujar Kepala Dinas Sosial (dinsos) Kabupaten Jombang Agung Hariadi melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial (Linjamsos), Dheny Widiyastiti, Senin (11/5).

Baca Juga: Polisi Geledah Rumah Kades Banjardowo Jombang, Usut Dugaan Korupsi Dana Desa

Dheny Widiyastiti menyebut, pihaknya telah menerima kiriman data by name by address (bnba) dari Kemensos RI sebanyak 58.635 nama.

”Sudah ada bnba dari pusat, itu kami sisir dahulu sebanyak 58.635 data,” ujarnya, Senin (11/5).

Program ini diprioritaskan bagi keluarga kategori desil 1 dan desil 2 atau masyarakat miskin ekstrem dan rentan miskin. Dari puluhan ribu data yang masuk, hanya 270 siswa yang akan diterima. ”Kuotanya 270 siswa,” tambahnya.

Dalam proses verifikasi, Dinsos menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan ketepatan sasaran. Sejumlah dokumen pendukung juga wajib dilengkapi, termasuk foto kondisi rumah calon siswa.

“Memang wajib ada foto kondisi rumah. Semua nanti dimasukkan ke aplikasi kementerian,” jelas Dheny.

Sepert diberitakan sebelumnya, Kadisnsos Jombang Agung Hariadi menerangkan, gedung Sekolah Rakyat sementara di SKB Mojoagung dipastikan tidak mampu menampung lonjakan jumlah siswa. Jika ditambah dengan 100 siswa yang sejak tahun lalu diterima di SR, maka totalnya mencapai 370 anak.

’’Kalau di Mojoagung tidak mampu. Artinya jumlah total sampai 370 siswa. Jadi nanti simulasinya bagaimana dan ditaruh di mana akan kami siapkan skenarionya,’’ katanya.

Agung Hariadi menuturkan, progres pembangunan gedung permanen SR di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang baru mencapai 58 persen.

”Kami sudah koordinasi dengan pihak proyeknya, disampaikan progresnya itu 58 persen,” terangnya, Jumat (8/5).

Dengan kondisi tersebut, Pemkab menyiapkan langkah antisipasi jika gedung belum bisa digunakan saat tahun ajaran baru dimulai. Pemkab bakal menggelar rapat koordinasi pekan depan bersama sejumlah dinas teknis, termasuk Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta BPS. Agenda pembahasan meliputi penjangkauan calon siswa hingga skenario lokasi belajar sementara.

Baca Juga: Guyub Rukun Warga Kampungbaru Jombang, Sedekah Desa Dikemas Bareng UMKM

”Kami baru minggu depan rapat koordinasi dengan dinas teknis terkait,” pungkas Agung.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 8 Kabupaten Jombang Andik Minarto mengatakan fasilitas gedung Sekolah Rakyat di SKB Mojoagung terbatas. Pemerintah telah menetapkan tambahan kuota sebanyak 270 siswa untuk jenjang SD hingga SMA.

’’Sudah diinformasikan oleh Pak Kadinsos bahwa kuota siswa Sekolah Rakyat tahun ajaran baru sebanyak 270 siswa,’’ ujarnya, Jumat (8/5).

Tambahan tersebut terdiri atas 90 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA. Dengan tambahan itu, total siswa Sekolah Rakyat Jombang mencapai 370 anak, termasuk 100 siswa yang saat ini belajar di SR Mojoagung. Namun, kapasitas gedung sementara di Mojoagung sangat terbatas.

’’Kalau seluruhnya ditempatkan di SR Mojoagung tentu tidak muat. Kapasitas di SR Mojoagung hanya sekitar 100 siswa,’’ katanya.

Karena itu, tambahan ratusan siswa baru disiapkan untuk menempati gedung permanen SR di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, yang kini masih dalam tahap pembangunan.

Berdasarkan papan proyek, pembangunan Sekolah Rakyat dikerjakan PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban. (ang/fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#proyek sekolah rakyat #Jombang #Dinsos Jombang #Sekolah Rakyat