JombangBanget.id – Pemkab Jombang mulai mematangkan persiapan penerimaan siswa baru Sekolah Rakyat (SR) untuk tahun ajaran 2026-2027.
Berdasarkan hasil rapat koordinasi daring bersama Kementerian Sosial (Kemensos), kuota siswa baru di Jombang ditetapkan 270 siswa. Pemkab bakal menyisir data calon siswa (casis).
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi menjelaskan, kuota tersebut terbagi masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
Baca Juga: Gangguan Internet, 577 Siswa di Jombang Tak Bisa Ikut TKA Gelombang 1-4
”Kuota itu sudah dari Kemensos. Per jenjang SD 90 anak, SMP 90 anak, dan SMA 90 anak, sehingga totalnya 270 siswa,” katanya, Kamis (7/5).
Jumlah tersebut berbeda dari rencana awal yang sempat disebut mencapai 300 siswa. Menurut Agung, perubahan terjadi karena jumlah siswa per rombongan belajar (rombel) ditetapkan 30 anak, bukan 25 siswa.
”Tidak jadi 300 anak, karena per rombel itu 30 siswa,” imbuhnya.
Saat ini, Dinsos Jombang bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) masih melakukan penyortiran data calon siswa.
Pendamping PKH sudah menerima data by name by address sebanyak sekitar 105 ribu jiwa yang masuk kategori desil 1 dan desil 2.
Namun, Kemensos memprioritaskan anak terlantar dan anak putus sekolah atau drop out (DO) sebagai sasaran utama penerimaan Sekolah Rakyat.
”Pesannya kemarin pertama anak terlantar, kedua anak putus sekolah atau DO, baru kemudian desil satu dan dua,” tuturnya.
Proses pendataan juga mencakup penanganan invisible people atau warga yang belum tercatat secara administrasi. Seluruh proses pendataan ditargetkan tuntas pada 25 Juni nanti.
”Sekarang masih persiapan menyortir data. Tadi disampaikan 25 Juni itu harus selesai,” jelasnya.
Baca Juga: Analisis Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Penanggulangan Rokok Ilegal di Sidoarjo
Untuk mempercepat proses penjaringan calon siswa, pekan depan Dinsos akan menggelar koordinasi bersama sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) teknis.
Tim fasilitasi penjaringan calon siswa melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Cabang Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, DPMD, hingga Kantor Kementerian Agama Jombang.
Menurut Agung, koordinasi lintas instansi diperlukan karena banyak kasus anak putus sekolah yang belum tercatat secara administrasi.
”Kadang anak-anak DO itu suratnya belum keluar. Makanya mekanisme data dan sebagainya perlu dibahas bersama,” ujarnya.
Tahun lalu, kuota Sekolah Rakyat di Kabupaten Jombang ditetapkan sebesar 100 siswa, terbagi 50 siswa jenjang SMP dan 50 siswa jenjang SMA.
Untuk sementara kegiatan pembelajaran menempati area gedung SKB Mojoagung sambil menunggu gedung Sekolah Rakyat permanen di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang yang masih tahap pembangunan.
Sementara pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, saat ini masih berjalan.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan pemerintah pusat, kegiatan belajar mengajar pada awal tahun ajaran baru Juli mendatang ditargetkan sudah berlangsung di gedung permanen.
”Kalau hasil zoom kemarin memang diarahkan ke gedung permanen. Awal tahun ajaran baru Juli itu sudah harus masuk ke gedung permanen. Itu tanggung jawab Kementerian PU, sedangkan kami menyiapkan calon siswanya,” katanya.
Seperti diberitakan sebelumnya, pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, masih jauh dari kata rampung.
Baca Juga: Menimbang Efektivitas Kebijakan Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Padahal realisasi pembangunan gedung ditargetkan sudah tuntas pada pertengahan tahun 2026 dan bisa segera digunakan aktivitas pembelajaran siswa Sekolah Rakyat.
Pantauan di lokasi, Minggu (3/5) siang, kegiatan pembangunan terus dikebut. Sejumlah gedung terlihat berdiri megah. Sebagian masih merampungkan pengecoran, ada juga yang mulai menyentuh rangka atap.
”Informasinya akhir Juni harus sudah selesai, karena untuk pembelajaran tahun ajaran baru dimulai Juli,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang melalui Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Edy Yulianto, Minggu (3/5).
Jika pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tersebut sudah rampung, kegiatan siswa Sekolah Rakyat yang saat ini masih menempati gedung sementara di area SKB Mojoagung akan segera dipindah ke gedung baru.
”Ketika pembangunan selesai, kegiatan Sekolah Rakyat di Kecamatan Mojoagung bakal diboyong ke bangunan baru itu,” bebernya. (fid/naz)
Editor : Ainul Hafidz