Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Jelang Tahun Ajaran Baru, Proyek Sekolah Rakyat di Jombang Dikejar Waktu

Ainul Hafidz • Senin, 4 Mei 2026 | 09:43 WIB
DIKEJAR TARGET: Pekerja beraktivitas di proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)
DIKEJAR TARGET: Pekerja beraktivitas di proyek Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang. (Ainul Hafidz/Radar Jombang)

JombangBanget.id – Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang, masih jauh dari kata rampung.

Padahal realisasi pembangunan gedung ditargetkan sudah tuntas pada pertengahan tahun 2026 dan bisa segera digunakan aktivitas pembelajaran siswa Sekolah Rakyat.

Pantauan di lokasi, Minggu (3/5) siang, kegiatan pembangunan terus dikebut. Sejumlah gedung terlihat berdiri megah.

Sebagian masih merampungkan pengecoran, ada juga yang mulai menyentuh rangka atap.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Melepas Belenggu Malas

”Informasinya akhir Juni harus sudah selesai, karena untuk pembelajaran tahun ajaran baru dimulai Juli,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang melalui Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi, Edy Yulianto, Minggu (3/5).

Jika pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat tersebut sudah rampung, kegiatan siswa Sekolah Rakyat yang saat ini masih menempati gedung sementara di area SKB Mojoagung akan segera dipindah ke gedung baru.

”Ketika pembangunan selesai, kegiatan Sekolah Rakyat di Kecamatan Mojoagung bakal diboyong ke bangunan baru itu,” bebernya.

Namun, terkait progres pembangunan hingga awal Mei, Pemkab Jombang tidak menerima laporan perkembangan proyek tersebut.

Ini karena pembangunan Sekolah Rakyat merupakan kewenangan penuh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.

”Untuk fisik Sekolah Rakyat itu di bawah Kementerian PU. Tidak ada pelaporan ke kami, karena pelaporannya langsung ke kementerian atau satker,” imbuhnya.

Edy juga menegaskan pemerintah daerah tidak dilibatkan dalam proses pengawasan maupun koordinasi teknis pembangunan di lapangan.

”Pemerintah daerah tidak melakukan pemantauan ke lokasi. Karena sudah menjadi kewenangan pusat,” tambahnya.

Selain itu, juga tidak pernah dilibatkan dalam rapat-rapat teknis terkait pelaksanaan proyek tersebut.

Baca Juga: Student Journalism Jombang: Hari Pendidikan Nasional

”Tidak ada keterlibatan kami dalam rapat. Semua sudah ditangani di sana,” katanya. 

Diberitakan sebelumnya, pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang mulai menunjukkan aktivitas di lapangan.

Sejumlah alat berat terlihat beroperasi di dalam lokasi proyek. Berbagai material konstruksi juga mulai berdatangan, menandai dimulainya tahapan awal pembangunan.

Berdasarkan papan proyek yang terpasang di lokasi, pekerjaan pembangunan Sekolah Rakyat ini merupakan proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) yang dikerjakan oleh PT Waskita Karya.

Nilai kontrak tercantum sebesar Rp 1,165 triliun untuk pembangunan Sekolah Rakyat di lima daerah, yakni Kabupaten Gresik, Kota Surabaya, Kabupaten Jombang, Kabupaten Sampang, dan Kabupaten Tuban.

Dengan skema tersebut, besaran anggaran khusus untuk pembangunan di Jombang tidak tercantum secara rinci.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Bina Konstruksi Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Edy Yulianto, membenarkan pekerjaan fisik proyek telah dimulai.

Saat ini, pembangunan sudah memasuki tahap awal berupa pemasangan tiang pancang.

”Pembangunan Sekolah Rakyat sudah dimulai. Untuk pekerjaan langsung ditangani oleh Kementerian PU. Pemkab hanya sebagai tim teknis, di antaranya dari Dinas PUPR dan Dinas Sosial,” ujar Edy, Kamis (8/1). (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#Pemkab Jombang #proyek sekolah rakyat #tahun ajaran baru #Jombang #Sekolah Rakyat