Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Sasar Anak Putus Sekolah, Kuota Sekolah Rakyat di Jombang Bakal Bertambah Hingga Segini

Ainul Hafidz • Sabtu, 2 Mei 2026 | 07:26 WIB
BARU DIKIRIM: Siswa Sekolah Rakyat Jombang saat belajar menggunakan laptop, (8/1). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
BARU DIKIRIM: Siswa Sekolah Rakyat Jombang saat belajar menggunakan laptop, (8/1). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Program Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Jombang diproyeksikan berkembang pada tahun ajaran baru.

Namun hingga kini, Dinas Sosial (Dinsos) Jombang masih menunggu petunjuk resmi dari pemerintah pusat terkait teknis pelaksanaan dan penerimaan siswa.

Kepala Dinsos Jombang, Agung Hariadi, menegaskan pihaknya belum menerima surat resmi dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Untuk surat resmi belum ada, jadi terkait murid baru seperti apa kami masih belum mendapatkan informasi detail,” katanya.

Baca Juga: Sistem Merit: Revolusi Strategis Menuju Birokrasi World Class

Meski demikian, sinyal penambahan kuota sudah disampaikan langsung Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat berkunjung ke Pendopo Kabupaten Jombang.

Disebutkan adanya rencana penjangkauan hingga 300 siswa.

Disampaikan secara lisan, untuk ajaran baru nanti total 300 siswa. Rinciannya masing-masing 100 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA,” imbuh Agung.

Terkait peran daerah, Dinsos akan berpedoman pada data BNBA (by name by address) dari pusat.

Sasaran utama adalah keluarga desil satu dan dua, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.

Yang akan disasar, keluarga desil satu dan dua yang memiliki anak usia sekolah. Teman-teman pendamping PKH akan melakukan penjangkauan berdasarkan data tersebut,” ujarnya.

Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum seperti sekolah formal. Program ini khusus menyasar kelompok masyarakat rentan, termasuk anak putus sekolah.

Ini memang untuk masyarakat desil satu dan dua. Ada kriteria tertentu, termasuk anak yang putus sekolah. Nanti akan dilakukan asesmen pendamping PKH,” tuturnya.

Baca Juga: Transformasi Pengadaan di Desa: Menyambut Era Baru Perpres Nomor 46 Tahun 2025 tentang PBJP

Agung menekankan, sasaran utama adalah kelompok yang kerap luput dari akses pendidikan formal atau disebut invisible people.

Kelompok ini yang biasanya tidak tersentuh pendidikan, sehingga Sekolah Rakyat hadir untuk menjangkau mereka,” ujarnya.

Saat ini, Sekolah Rakyat di Mojoagung sudah berjalan dengan total 100 siswa, masing-masing 50 di jenjang SMP dan 50 di jenjang SMA.

Untuk sekarang ada 100 siswa, masing-masing 50 di SMP dan 50 di SMA,” katanya. (fid/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#tahun ajaran baru #Jombang #kuota #Dinsos Jombang #Sekolah Rakyat