Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Jombang Jadi Pelopor, Siswa SLB Terlibat Simulasi Bencana di HKB 2026

Anggi Fridianto • Senin, 27 April 2026 | 06:14 WIB

 

AKTIF: Ratusan anak SLB se Jombang mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana di RTH Kebonratu, (26/4). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)
AKTIF: Ratusan anak SLB se Jombang mengikuti simulasi kesiapsiagaan bencana di RTH Kebonratu, (26/4). (Anggi Fridianto/Radar Jombang)

JombangBanget.id - Peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di Kabupaten Jombang berlangsung meriah dan penuh makna.

Tak sekadar seremonial, Bupati Jombang Warsubi mendorong penguatan sistem penanggulangan bencana berbasis inklusi dengan melibatkan siswa sekolah luar biasa (SLB) sebagai peserta utama simulasi kesiapsiagaan bencana.

Kegiatan yang digelar di RTH Kebon Ratu, Minggu (26/4), menjadi langkah konkret membangun sistem kebencanaan yang ramah bagi semua, terutama kelompok rentan.

”Kegiatan ini menjadi bagian dari pendidikan kesiapsiagaan bencana guna memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam mengurangi risiko serta dampak bencana, khususnya bagi kelompok rentan,” tegas Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo saat membacakan sambutan Bupati Jombang Warsubi.

Baca Juga: AI sebagai Arena Geopolitik Baru: Di Mana Indonesia Berdiri?

Mengusung tema “Siap untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, Jombang bahkan tercatat sebagai satu-satunya kabupaten yang dua tahun berturut-turut melibatkan siswa SLB dalam simulasi kebencanaan.

”Penyandang disabilitas bukan sekadar objek perlindungan, tetapi subjek yang berdaya dan memiliki peran aktif dalam sistem penanggulangan bencana,” tandasnya.

Warsubi menekankan, sistem kebencanaan harus dirancang inklusif.

Mulai dari akses informasi yang mudah dipahami, sistem peringatan dini ramah disabilitas, hingga jalur evakuasi yang aksesibel.

”Pemerintah Kabupaten Jombang juga berkomitmen memperkuat penanggulangan bencana berbasis inklusi melalui pelatihan, penguatan kapasitas komunitas dan kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Menurutnya, selama ini penyandang disabilitas kerap hanya diposisikan sebagai objek. Padahal, mereka memiliki hak yang sama dalam sistem kebencanaan.

”Perlu perubahan cara pandang. Penyandang disabilitas harus menjadi subjek yang berdaya dan berperan aktif,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan menyeluruh tanpa meninggalkan kelompok mana pun.

”Seluruh masyarakat harus memahami protokol kesiapsiagaan bencana. Dengan begitu, kita bisa menciptakan lingkungan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Pemkab Jombang, lanjutnya, terus menguatkan langkah tersebut melalui pelatihan kebencanaan ramah disabilitas, peningkatan kapasitas komunitas, hingga kolaborasi lintas sektor.

Baca Juga: Proyek RTH Ngoro Jombang Rp 2,5 Miliar Masuk Tahap Lelang, Berikut Perkembangan Terbarunya

”Sinergi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan akademisi menjadi kunci. Ini juga kami integrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah,” katanya.

Selain simulasi, kegiatan juga dimeriahkan penampilan siswa SLB melalui fashion show, tari, hingga menyanyi.

Suasana hangat dan inklusif terasa sepanjang acara, sekaligus menunjukkan potensi dan kepercayaan diri anak-anak berkebutuhan khusus.

Edukasi kebencanaan juga diberikan oleh BPBD Jombang dengan metode interaktif dan ramah anak.

Kegiatan ini menjadi bukti sinergi lintas sektor dalam membangun budaya sadar bencana yang inklusif.

Di akhir sambutan, Bupati Warsubi menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat.

”Dedikasi dalam mendampingi anak-anak istimewa adalah investasi kebaikan yang tidak ternilai. Semoga menjadi amal jariyah dan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang kuat dan mandiri,” ucapnya. (ang/naz)

Editor : Ainul Hafidz
#hkb #siswa slb #simulasi bencana #Pemkab Jombang #Jombang