JombangBanget.id - Ketua Perkumpulan Pembina Lembaga Pendidikan (PPLP) PT PGRI Jombang, Drs H Siyono, menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tiga guru besar Universitas PGRI Jombang (UPJB).
’’Atas nama PPLP PT PGRI Jombang, kami mengucapkan selamat dan sukses serta terima kasih atas capaian jabatan akademik tertinggi ini,’’ katanya.
Siyono menegaskan, gelar guru besar bukan sekadar simbol akademik, melainkan representasi integritas, tanggung jawab, serta kontribusi nyata dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
’’Gelar guru besar adalah integritas dan kontribusi nyata dalam pelaksanaan Tri Dharma perguruan tinggi,’’ terangnya.
Ia berharap para profesor yang dikukuhkan mampu menjadi lokomotif inovasi dan teladan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
’’Kami menaruh harapan, gelar guru besar ini menjadi lokomotif inovatif dan teladan dalam mengembangkan ilmu dan teknologi,’’ tuturnya.
Baca Juga: Mantap! Universitas PGRI Jombang Kembali Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Ini Daftarnya
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan UPJB.
Ia optimistis target penguatan SDM dapat segera terwujud. ’’Bukan tidak mungkin jika kita terus berusaha, semua target akan tercapai,’’ ucapnya.
Saat ini, UPJB telah memiliki lima guru besar dan sejumlah dosen lain tengah bersiap menyusul. Sedikitnya lima calon guru besar dinilai telah memenuhi syarat (eligible).
Serta 74 dosen bergelar doktor berpotensi melangkah ke jenjang profesor. ’’Kami optimistis akan lahir guru besar baru dalam waktu dekat,’’ ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII, Prof Dr Dyah Sawitri, turut menyampaikan ucapan selamat atas pengukuhan guru besar di UPJB.
’’Kami mengucapkan selamat dan sukses atas pengukuhan guru besar ini,’’ katanya.
Ia berharap para profesor mampu menghadirkan karya nyata yang berdampak bagi masyarakat serta menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan.
’’Kita tunggu karya nyata bagi masyarakat. Guru besar harus menjadi agen of change yang berintegritas dan mampu merespons persoalan di masyarakat dalam mewujudkan Indonesia Emas,’’ tuturnya. (ang/jif)
Editor : Achmad RW