JombangBanget.id - Universitas PGRI Jombang (UPJB) kembali mengukuhkan tiga guru besar bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, (21/4).
Momentum ini memperkuat akademik kampus setelah sebelumnya melahirkan Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi, Prof Dr Dra Munawaroh MKes, pada 2022.
Serta Guru Besar Bidang Ilmu Pendidikan Ekonomi, Prof Dr Agus Prianto MPd, pada 2023.
Baca Juga: Kartini Masa Kini! Rektor UPJB Dorong Perempuan Harus Melek Digital dan Mandiri
Dalam sidang terbuka senat pengukuhan guru besar di Gedung HM Natuwar UPJB, Rektor Universitas PGRI Jombang (UPJB), Prof Dr Dra Munawaroh MKes, menegaskan, pengukuhan tiga guru besar bukan sekadar seremoni akademik.
Melainkan momentum lahirnya pemimpin intelektual yang akan memberi arah bagi masa depan pendidikan.
’’Hari ini kita tidak hanya menyaksikan pengukuhan guru besar, tetapi juga lahirnya penjaga nurani akademik dan pelita peradaban yang akan menerangi masa depan,’’ katanya.
Baca Juga: UPJB Apresiasi Bank Jatim, Sistem Pembayaran Digital Mahasiswa Diluncurkan
Yang dikukuhkan kemarin, Guru Besar Bidang Manajemen dan Kebijakan Pendidikan, Prof Dr Firman MPd.
Guru Besar Bidang Keahlian Media Pembelajaran Ekonomi, Prof Dr Dra Ninik Sudarwati MM.
Guru Besar Bidang Pedagogi Pemasaran, Prof Dr Nanik Sri Setyani MSi.
Menurut Munawaroh, capaian ini menunjukkan UPJB tidak berhenti pada tradisi mengajar. Tetapi terus bergerak menuju tradisi berpikir, meneliti, serta memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Ia menilai, dunia pendidikan saat ini menghadapi tantangan kompleks akibat derasnya arus globalisasi dan disrupsi teknologi.
Perkembangan pengetahuan melaju lebih cepat dari kurikulum. Sementara teknologi bergerak melampaui regulasi dan kesiapan institusi.
’’Dalam kondisi ini, peran guru besar sangat strategis, bukan hanya sebagai pengembang ilmu, tetapi penuntun arah peradaban,’’ katanya.
Baca Juga: Tingkatkan Literasi Digital, UPJB Ajak Guru "Ngoding Seru" Pakai Aplikasi Scratch
Munawaroh menjelaskan, orasi ilmiah para guru besar yang dikukuhkan memberikan kontribusi penting bagi pengembangan pendidikan.
Prof Dr Firman MPd bidang manajemen dan kebijakan pendidikan menekankan pentingnya transformasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui tata kelola yang berbasis kinerja, kemandirian, serta akuntabilitas dengan dukungan teknologi.
Sementara Prof Dr DRA Ninik Sudarwati MM tentang pengembangan media pembelajaran ekonomi berbasis digital, dinilai mampu menjawab tantangan ekonomi berbasis inovasi.
Model pembelajaran yang dikembangkan tidak lagi berfokus pada transfer pengetahuan. Tetapi mendorong mahasiswa menjadi individu adaptif, kreatif, dan mandiri secara ekonomi melalui ekosistem kewirausahaan kampus.
Adapun bidang pedagogi pemasaran yang disampaikan Prof Dr Nanik Sri Setyani MSi menegaskan pentingnya pendekatan kontekstual berbasis praktik.
Kolaborasi antara akademisi dan praktisi industri dinilai mampu meningkatkan kemampuan komunikasi, negosiasi, serta adaptasi bisnis mahasiswa.
’’Sinergi keilmuan ini menjadi fondasi dalam menciptakan lulusan yang adaptif, mandiri, dan berdaya saing global,’’ tegasnya.
Lebih lanjut, Munawaroh menegaskan komitmen UPJB dalam memperkuat tradisi akademik. Dalam kurun waktu dua hingga empat tahun ke depan, pihaknya menargetkan sedikitnya 10 dosen dapat meraih jabatan guru besar.
’’Ini bukan sekadar target administratif, tetapi komitmen moral. Kami ingin membangun budaya kampus di mana meneliti menjadi kebutuhan, menulis menjadi tradisi, dan memberi dampak menjadi tujuan utama,’’ ujarnya.
Ia juga menekankan filosofi pendidikan yang diwariskan Ki Hajar Dewantara sebagai landasan penguatan peran guru besar di lingkungan akademik.
Baca Juga: Usai Dilantik, Pengurus PPLP PT PGRI Jombang Ini Dorong UPJB Jadi Kampus Unggulan
Guru besar diharapkan menjadi teladan, penggerak, sekaligus penguat bagi generasi penerus.
Menurutnya, pengukuhan guru besar merupakan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Dunia menanti kontribusi keilmuan perguruan tinggi, sementara masyarakat membutuhkan solusi berbasis riset.
’’Pengukuhan ini harus menjadi energi baru bagi sivitas akademika untuk melahirkan inovasi, gagasan besar, dan solusi nyata bagi masyarakat,’’ ungkapnya. (ang/jif)
Editor : Achmad RW