JombangBanget.id – Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK 2026 di Jawa Timur bakal dimulai Mei.
Total ada lima jalur.
’’Jalur domisili, afirmasi, mutasi orang tua/wali, prestasi hasil lomba, serta jalur nilai prestasi akademik,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto.
Jalur domisili SMA dialokasikan 35 persen dari total daya tampung sekolah.
Baca Juga: Anas Burhani Maju di Muscab PKB Jombang, Tawarkan Konsep Partai Merakyat dan Modern
Rinciannya, 19 persen untuk domisili reguler lulusan SMP sederajat tahun 2026. Satu persen untuk lulusan sebelum 2026.
Serta 15 persen untuk domisili sebaran lulusan 2026. Sementara untuk SMK, jalur domisili mendapat kuota 10 persen.
’’Jalur domisili ini tetap menjadi salah satu jalur utama untuk memberikan kesempatan bagi siswa yang berada di sekitar sekolah,’’ ujarnya.
Jalur afirmasi SMA menyediakan kuota 30 persen.
Terbagi atas afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu dan afirmasi pendidikan menengah sebesar 13 persen. Jalur afirmasi nilai kemampuan akademik keluarga tidak mampu 7 persen.
Jalur afirmasi anak buruh dari keluarga tidak mampu 5 persen. Serta afirmasi penyandang disabilitas 5 persen.
Sedangkan untuk SMK, jalur afirmasi sebesar 15 persen. Terdiri dari afirmasi keluarga ekonomi tidak mampu dan afirmasi pendidikan menengah (ADEM) 7 persen.
Anak buruh dari keluarga tidak mampu 5 persen. Serta penyandang disabilitas tiga persen.
Selain itu, tersedia jalur mutasi orang tua/wali dengan kuota 5 persen dari daya tampung sekolah.
Baca Juga: Binrohtal: Halalbihalal dan Fitrah Manusia, Berikut Hikmah Besar di Balik Tradisi Lebaran
Jalur ini terbagi atas mutasi tugas orang tua/wali sebesar 3 persen dan jalur anak guru atau tenaga kependidikan non pendidik sebesar 2 persen.
”Jalur mutasi ini diperuntukkan bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua maupun anak tenaga kependidikan,” jelasnya.
Untuk jalur prestasi hasil lomba, kuota yang disediakan sebesar 5 persen.
Rinciannya, 2 persen untuk prestasi bidang akademik dan 3 persen untuk non akademik. Termasuk ketua OSIS/MPK, kepanduan, serta penghafal kitab suci.
Sementara itu, jalur nilai prestasi akademik pada SMA memiliki kuota 25 persen.
Rinciannya, 24 persen untuk lulusan 2026 dan satu persen untuk lulusan sebelum 2026.
Adapun pada SMK, jalur ini menjadi yang terbesar dengan kuota 65 persen, terdiri dari 64 persen lulusan 2026 dan satu persen lulusan sebelum 2026.
Tahapan SPMB pra pendaftaran dijadwalkan berlangsung mulai 11 Mei hingga 10 Juni 2026.
’’Diharapkan seluruh calon peserta didik dapat memahami setiap jalur yang tersedia agar bisa memilih sesuai dengan kondisi dan potensi masing-masing,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz