Bisnis Desa Kita Features Hiburan Hukum Jombangan Jurnalisme Warga Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Olahraga Pemerintahan Pendidikan Peristiwa Politik Politika Religia Sosok Wisata

Keren! Berikut Tiga Rahasia Pesantren An-Najach Tambakberas Jombang Bikin Santri Jadi Hafidz dan Dai Handal

Wenny Rosalina • Rabu, 8 April 2026 | 15:54 WIB
TELADAN: Prof Dr KH Ahmad Zahro MA Alhafiz, pembimbing dan penasihat Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas, Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)
TELADAN: Prof Dr KH Ahmad Zahro MA Alhafiz, pembimbing dan penasihat Pesantren Cemerlang An-Najach Tambakberas, Jombang. (Wenny Rosalina/Radar Jombang)

 

JombangBanget.id – Pesantren Cemerlang An-Najach di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang terus menunjukkan eksistensinya dalam mencetak santri berprestasi.

Pesantren yang didirikan KH Fajrunnajah Al-Fatich pada 2011 itu kini diasuh oleh Agus Ahmad Haidar Balya Fajrunnajah.

’’Santri kami 299 putri dan sekitar 80 hingga 100 santri putra. Seluruh santri diwajibkan menghafal Alquran,’’ kata Hj Imadul Ummah SAg MPdI, pembimbing dan penasihat Pesantren Cemerlang An-Najach yang akrab disapa Ning Im.

Melalui dua program unggulan, yakni program tahfidz intensif dan program reguler. Pada program intensif, santri ditarget menghafal setengah halaman per hari dengan capaian 30 juz dalam enam tahun.

Baca Juga: Pembangunan Pabrik Pemotongan Ayam di Banjardowo Disetop, Ini Alasan Pemkab Jombang Bertindak Tegas

Sementara program reguler menerapkan target satu ayat per hari. Capaian hafalan menyesuaikan kemampuan masing-masing santri.

’’Kegiatan hafalan dilakukan secara terstruktur. Program reguler dilaksanakan satu kali dalam sehari melalui sistem kelompok, sedangkan program tahfidz dilakukan dua kali dalam sehari,” kata istri Prof Dr KH Ahmad Zahro MA Alhafiz tersebut.

Setiap satu halaman hafalan yang telah dicapai akan langsung disimak pembimbing untuk memastikan kualitas hafalan.

Selain fokus pada tahfidz, pesantren juga memiliki program daiyyah yang digelar setiap Senin.

Program ini menjadi wadah latihan dakwah bagi santri melalui penyampaian pidato yang disesuaikan dengan tingkat kelas diniyah.

Seluruh santri mendapat giliran tampil sehingga kemampuan public speaking mereka terasah.

Berbagai kegiatan rutin turut memperkuat pembinaan spiritual santri. Kegiatan mingguan meliputi salat duha dan pembacaan Asmaul Husna setiap Jumat pagi.

Tahlilan Jumat sore, pembacaan surat Al-Kahfi setiap Kamis malam. Daiyyah lokal pada Senin malam.

Serta istighotsah atau dibaiyyah yang dilaksanakan bergantian setiap Kamis malam.

Sementara Ahad malam diisi dengan kajian Kuliah Solusi Spiritual (KSS) dan hizb Asmaul Husna. Serta kegiatan senam Jumat pagi.

Baca Juga: Ngenes! Terdampak Banjir, Harga Gabah Petani di Jombang Hanya Laku Segini

Selain memperkuat hafalan Alquran, dan mengasah publik speaking, santri juga diperkuat bacaan kitabnya melalui kegiatan diniyah.

Program bulanan juga menjadi bagian penting pembinaan. Seperti QoBa (Qobla Ba’da) yang bertujuan memperlihatkan progres santri kepada orang tua melalui setoran hafalan Alquran dan baca kitab secara bergantian.

Selain itu, terdapat kegiatan ziarah makam, khataman tahfidz, dan renang yang dilaksanakan setiap tiga bulan sekali.

Khusus santri kelas 12, pesantren menerapkan tirakat selama 21 hari di bulan Ramadan. Tirakat tersebut meliputi membaca surat Al-Waqiah tujuh kali setelah Asar. Bangun malam pukul 02.00 untuk melaksanakan tahajud 10 rakaat.

Salat tasbih 4 rakaat, membaca istighfar 1.111 kali. Salawat 1.111 kali. Al-Fatihah 313 kali. Serta membaca surat At-Taubah ayat 128 sebanyak 21 kali. Kegiatan ditutup dengan salat hajat dan witir.

’’Dengan sistem pembinaan yang terstruktur dan disiplin, Pesantren Cemerlang An-Najach tidak hanya mencetak santri penghafal Alquran, tetapi juga santri yang siap berdakwah dan berkontribusi di tengah masyarakat,’’ jelasnya. (wen/jif)

Editor : Ainul Hafidz
#pesantren cemerlang #an najach #Pesantren #Jombang #Tambakberas