JombangBanget.id – Sebanyak 273 siswa Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Jombang mengikuti Khatmul Qur’an dan Imtihan VIII tartil, tahfiz juz 1–2 dan 28–30 serta turjuman metode Ummi, Sabtu (4/4) di Auditorium Undar Jombang.
Kegiatan juga dirangkai dengan uji publik sebagai bentuk evaluasi kemampuan peserta.
’’Khatmul Quran dan imtihan merupakan bentuk apresiasi atas kerja keras siswa dalam membaca, menghafal, dan memahami Alquran,’’ kata Kepala MIN 1 Jombang, Luluk Wahyuningsih MPd.
Baca Juga: Binrohtal: Kejar Dunia Secukupnya, Utamakan Bekal Akhirat
Program pembelajaran Alquran dengan metode Ummi telah berjalan sejak 2014 dan terus berkembang. Bahkan hingga ada kelas unggulan tahfiz.
Program tersebut juga menjadi bagian dari penguatan karakter religius di MIN 1 Jombang yang terangkum dalam program BRILIAN (Bereligi, Literasi, Digitalisasi, Adiwiyata, dan Ramah Anak).
’’Terima kasih kepada wali santri, komite, serta para ustad dan ustadah yang telah sabar membimbing hingga anak-anak mencapai tahap ini,’’ tuturnya.
Rincian peserta wisuda tahun ini, tartil 76 siswa, tahfiz juz 30 & 1 sebanyak 67 siswa. Juz 30, 1 & 2 sebanyak 5 siswa.
Baca Juga: Tak Berkutik, Tiga Pengedar Sabu di Jombang Diciduk Polisi, 49 Gram dan Uang Rp 25 Juta Disita
Juz 28, 29 dan 30 sebanyak 1 siswa. Juz 29 & 30 sebanyak 11 siswa. Juz 30 sebanyak 86 siswa. Serta turjuman sebanyak 27 siswa.
Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang mencapai 257 peserta, atau naik 6,3 persen.
Perkembangan jumlah peserta juga terus menunjukkan tren positif sejak pelaksanaan pertama. 23 peserta pada imtihan ke-I hingga mencapai 273 peserta pada tahun ini.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang Dr Muhajir melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Nur Khojin MPdI, mengapresiasi capaian tersebut.
’’Ini menjadi bagian dari pencapaian mutu madrasah, baik akhlakul karimah, prestasi pendidikan keagamaan, bahasa, sains dan teknologi, hingga olahraga dan seni,’’ katanya.
Ia berharap, capaian MIN 1 Jombang dapat menjadi percontohan bagi madrasah lain.
Baca Juga: Komplotan Perampok Pasutri di Sumobito Jombang Diringkus Polisi, Dua Eksekutor Masih Buron
Pihaknya juga mendorong seluruh madrasah untuk terus menggelorakan semangat mencintai Alquran melalui berbagai metode pembelajaran.
’’Pakai metodologi apapun, semua madrasah perlu bergerak bersama untuk meningkatkan kecintaan terhadap Alquran,’’ tambahnya.
Dukungan juga datang dari Direktur SDM dan Sistem Ummi Foundation Pusat, AB Musyafa' Fathoni. Ia menilai keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak.
”Program ini berhasil karena dukungan banyak pihak. Validasi yang kami lakukan menunjukkan bahwa apa yang dirancang dapat terimplementasi dengan baik. Ini menjadi wujud keberhasilan bersama,’’ tandasnya. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz