JombangBanget.id – Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang akan memberlakukan pembatasan penggunaan gadget di lingkungan satuan pendidikan.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari keputusan bersama lintas kementerian terkait pedoman pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial dalam dunia pendidikan.
’’Pembatasan gadget akan dilakukan secara bertahap. Tahap awal berupa uji coba pada pekan pertama April,’’ kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto.
Baca Juga: Student Journalism: Kiat Menghafal Alquran
Hasil uji coba akan dievaluasi sebelum diterapkan secara menyeluruh di seluruh satuan pendidikan.
Dengan kebijakan ini, diharapkan penggunaan teknologi di dunia pendidikan tetap optimal tanpa mengabaikan aspek keamanan, kesehatan, serta perkembangan karakter peserta didik.
Langkah ini diambil untuk memastikan proses pembelajaran berlangsung aman, sehat, dan berorientasi pada penguatan karakter peserta didik.
’’Pemanfaatan gadget dalam pembelajaran memang memiliki potensi untuk mendukung efektivitas dan inovasi. Namun, jika tidak terkontrol, juga berisiko menimbulkan dampak negatif seperti paparan konten tidak layak, cyberbullying, ketergantungan, hingga menurunnya kemampuan berpikir kritis siswa,’’ urainya.
Baca Juga: Belajar dari Sleman, DPRD Jombang Cari Cara Ampuh Genjot PAD dan Dalami Perda Miras
Melalui kebijakan tersebut, satuan pendidikan diminta membatasi penggunaan gadget peserta didik dan hanya dibolehkan untuk kepentingan pembelajaran yang terencana serta di bawah pengawasan guru.
Penggunaan gadget secara bebas di luar kebutuhan pembelajaran tidak diperkenankan, baik bagi siswa maupun guru selama kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Sekolah juga diminta menyusun aturan internal atau tata tertib (SOP) terkait penggunaan gadget yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik dan kondisi masing-masing satuan pendidikan.
Upaya penguatan pembelajaran nondigital juga menjadi perhatian, dengan mendorong interaksi sosial, penguatan karakter, serta kesehatan fisik dan mental siswa.
’’Kami juga menekankan pentingnya keterlibatan orang tua atau wali dalam mengawasi penggunaan gadget oleh anak-anak,’’ tambahnya.
Untuk memastikan kebijakan berjalan efektif, pengawasan dan evaluasi akan dilakukan secara berkala oleh masing-masing satuan pendidikan. (wen/jif)
Editor : Ainul Hafidz